Minggu, 29 Maret 2015

MUBAHASAH ULAMA ACEH




Mubahasah Ulama Aceh di Dayah MUDI Samalanga
Pada tanggal 29 Maret 2015 Dayah MUDI Mesra Samalanga mengadakan Mubahasa atau Muzakarah Ulama Se-Aceh yang membahas tentang :
1. Hukum Uang Kertas
2. Hukum Ganja
3. Hukum Sabu Sabu

Ketiga Agenda ini di harapkan selesai dalam waktu satu hari satu malam karena bertepatan dengan Acara Khanduri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Mubahasah kali ini turut hadir Ulama-Ulama Muda di Aceh, Salah satunya adalah Pimpinan Dayah Fauzul Fata Tgk. H. Nasaie Bin Abdurrahman AL-Syaikhy (Abi Neuheun). Dan banyak juga dari berbagai Pimpinan - Pimpinan Dayah di seluruh Aceh.

Peserta Mubahasah sekitar 200 Ulama dan diikuti oleh peninjau dan pendengar sekitar 20.000 orang dan di tambah dengan jumlah Santri Dayah MUDI itu sendiri berkisar lebih kurang sekitar 40.000 jiwa.

Saat Penulis sedang menulis artikel ini acara mubahasah sedang berjalan begitu alot dan belum ada sebuah kesimpulan Hukum dari tiga Masalah yang telah di agendakan.
Kita akan tunggu keputusan sebuah hukum dari Para Ulama-Ulama kita sebagai lampu penerang bagi Ummat khususnya di Aceh yang sangat kita Cintai ini.
Wassalam

Sabtu, 21 Maret 2015

KETIKA SEKRETARIS JENDRAL MENGAMUK



Assalamu'alaikum Wr. Wb

Puji dan Syukur kehadharat Allah SWT, yang masih memberi rahmat dan nikmat yang tiadak terhingga kepada kita bersama sehingga pada kali ini bersua kembali dalam artikel yang berbeda denga yang dahulunya. Rahmat Sejahtera kepada rasulullah SAW, Al-beliau, serta Sahabat. dan Kepada Para Ulama .

Pada kesempatan ini Sekretaris Jendral Dayah fauzul Fata akan sedikit mencurahkan kejadian fakta yang memalukan yang mungkin ini kisah nyata yang dialami beliau selama pengurusan dengan Pemerintah dalam bidang Proposal - Proposal.

Pada Tanggal 14 Maret 2015 Abi Pimpinan Dayah Fauzul Fata kedatangan tamu yang tak diundang, ternyata tamu tersebut adalah Bapak-bapak dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh di Banda Aceh, kedatangan mereka ke Dayah untuk memberi bantuan dana pembangunan Dayah. Dana Bantuan Pembangunan Dayah yang dikatakan oleh mereka merupakan Dana Bantuan yang akan diamprah pada tahun 2015, sudah tentunya mereka meminta kepada Dayah untuk membuat Permohonan dalam bentuk Proposal dengan tanggal surut mulai Januari-Maret 2014.

Kemudian Bapak-bapak tersebut pamit untuk pulang mengingat waktu sudah sore mereka harus balik. Ketika malam tiba Abi (Pimpinan Dayah Fauzul Fata) memanggil Sekretaris Jendral (sekjen) untuk menyampaikan informasi tentang Dana Bantuan tersebut. Lantas tak sengaja Sekjen bertanya kepada Abi, "Apakah Pihak Camat dan Kepala Badan Dayah Kabupaten mau mengeluarkan Surat Rekomendasi untuk Proposal ini Abi, sedangkan Nomor agenda yang tertera pada mereka tidak boleh di rombak?. Kemudia Abi berkata coba usaha dulu."

Keesokan harinya Sekjen membuat Proposal sebagaimana permintaan Bapak dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, sudah tentu sebuah proposal harus sesuai dengan Lampiran yang akan menjadi bahan pertimbangan sebuah proposal bagi setiap pengajuan. didalam surat permohonan harus dilengkapi :

  1. Surat Permohonan yang di ajukan Kepada Gubernur Aceh c/q. Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayan Aceh di- Banda Aceh
  2. Proposal yang lengkap dengan Kata pengantar, Latarbelakang, Perumusan masalah Dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  3. Surat Rekomendasi dari Keuchik, Camat, Badan Dayah Kabupaten
  4. Surat Izin Operasional Lembaga dari Kakenmenag Kabupaten
  5. Surat Bukti Wakaf tanah/kepemilikan tanah
  6. Akte Notaris Lembaga
  7. SK Pengurus, Panitia, Dewan Guru
  8. Data terakhir Santri dan foto aktivitas Santri
  9. Denah Lokasi
  10. Laporan Pertanggungjawaban
Selama tiga hari Proposal sudah siap akan tetapi Rekomendasi dari camat dan BPPD Kabupaten pun belum ada, kemudian Sekjen berangkat ke Kantor Camat, sesampai di sana tentunya Sekjen Dayah Fauzul fata menyampaikan selikas berita dan Secara detail masalah Propposal tersebut, dan ternyata Pihak Kecamatan tidak mau mengeluarkan Surat Rekomendasi jika tanggalnya sudah surut, sangat bertentangan dengan Nomor Agenda yang sudah tertera di buku Agenda Surat Kecamatan. Sekjen pun menunduk kepala sambil memikirkan cara bagaimana dan apa solusinya agar Surat Rekomendasi dari Kecamatan harus keluar.

Kemudian Sekjen merapat diri pada salah seorang anggota Kecamatan dan setelah menjelaskan tentang proposal tersebut ternyata pada bapak tersebut ada solusinya, Bapak itu bertanya, apakah kamu pernah mengambil Surat Rekomendasi Pada Tahun 2014 di bulan Maret lalu ?. Sekjen pun Menjawab, Ada Pak, Ambil bawa kesini, kita akan ubah nomor agenda yang sama nanti". cetus bapak itu.

kemudia tanpa pikir panjang lebar sekjen lansung terbang dengan Kereta menuju Dayah, dan ternyata benar ada surat rekomendasi pada bulan Maret tahun 2014. Dengan senang Hati Sekjen lansung tancap gas ke Kantor Camat, ketika sesampai disana mereka melihat surat rekomendasi yang sekjen bawa tadi benar dan sesuai dengan Tanggal pada proposal yang sedang di minta surat rekomendasi itu.

eh eee eee ternyata mereka mengatakan "Ini bukan Rekomendasi untu Bantuan Dana tapi Untuk Instensif Guru, Tgk. tolong ambil yang bisa sesuai dengan proposal ini katanya."...
Tidak bersilat lidah lagi sekjen lansung pasang gigi kereta berangkat Pulang ke dayah, sesudah satu Jam melihat bahkan mengobrak abrik tempat penyimpanan data yang sudah diarsipkan ternyata ada juga surat rekomendasi yang ditujukan ke BPPD Aceh. Alhamdulillahhhhhhhhhhhhhhhhh...

Jam sudah menuju Asar, saatnya Sekjen shalat, selesai dari itu semua tancap gas lagi ke kantor Camat. Setibanya disana dan sekjen memperlihatkan Surat Rekomendasi yang telah didapatinya kepada mereka. dan mereka pun membaca dengan teliti alhasil dari bacaan tersebut keluarlah kata-kata mereka -"Ini tidak bisa dipakai tengku........ karena Surat Rekomendasi ini diberikan untuk Balai AULA sedangkan proposal yang tengku bawa ini Dana Bantuan Untuk Pagar".

Dramkmkmmm Drummmmmm krkrakakrkrkrkrkkr Suara Meja terbang atas Jendela Kaca..... Entah kenapa Sekjen sontak dalam tiba amarah yang sangat memuncak lansung turun ke tangannya dan tangan pun beraksi demikian. Tiba - tiba ruangan itu senyap sepi dan hening tak ada suara satu apa pun, para karyawati ketakutan sambil keluar melalui pintu samping. Untung saja Bapak itu tidak bersuara lagi kalau tidak, entah apa yang terjadi kita pun tidak tau.

Bersambung......

Proposal belum siap...

Kamis, 19 Maret 2015

PROPOSAL BANTUAN DANA PAGAR



KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur senantiasa kita persembahkan kepada Allah SWT, Allah maha Pengasih yang kasih-Nya tak pilih kasih, Allah Maha Penyayang yang sayang-Nya tiada terbilang, Allah Maha Bijaksana yang kasih sayang-Nya ada dimana-mana. Selawat beserta Salam kita persembahkan kepada Nabi Muhammad SWA, yang telah membawa ummat dari alam Jahiliyah kea lam Islamiyah, dari alam Kebodohan ke alam berilmu Pengetahuan. Selawat serta Salam pula kita haturkan kepada para Keluarga Nabi dan Sahabat Nabi sekalian yang telah membantu Nabi untuk menegakkan Agama Islam. Tak lupa pula Selawat kepada para ‘Ulama, baik ‘Ulama Mutaqaddimin atau Mutaakhirin serta kepada para ‘Ulama yang mu’tabariyah sebagai penerus Nabi.

Kami selaku Pimpinan/Pengurus/Dewan Guru Dayah Fauzul Fata Gamponng Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, telah bermusyawarah yang membicarakan tentang kebutuhan Kitab Dayah, mengingat kondisi Dayah saat ini sangat membutuhan Kitab untuk Perpustakaan dan keperluan Santri sehingga menghambat aktifitas kegiatan proses belajar mengajar para Santri serta kebutuhan rujukan. Oleh karena itu kami Pimpinan/Pengurus/Dewan Guru Dayah Fauzul Fata Gamponng Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, merencanakan suatu usaha untuk menggalang dana guna pengadaan Kitab para Santri, dalam hal ini kami memohon kepada Bapak agar sudi kiranya dapat membantu Kitab kepada Dayah kami.

Kami atas nama Pimpinan/Pengurus/Dewan Guru Dayah Fauzul Fata Gamponng Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie telah dipercaya oleh masyarakan dan sebagai manusia biasa sadar bahwa masih mempunyai kekurangan dan kelemahan hamper di semua sisi, maka dari karena itu kami sangat mengharapkan masukan dan saran dalam rangka memajukan Dayah kami.


GAMBARAN UMUM

A. Dasar Pemikiran

Dayah merupakan tempat utama menjalankan Ibadah kepada Allah SWT. Dayah merupakan tempat belajar ilmu agama untuk memantapkan generasi di masa yang akan datang supaya generasi tidak ada lagi yang buta dalam memahami ilmu Agama, sudah ada sejak zaman dahulu, di Dayah iniah seluruh masyarakat Aceh zaman dahulu mengadakan berbagai macam kegiatan Ibadah kepada Allah SWT.
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan Dayah ini sangat penting, hal ini sesuai dengan kultur masyarakat Aceh yang beragama Islam. Di Dayah juga disediakan tempat penginapan bagi yang magang menuntut Ilmu, dalam hal ini keamanan akan kondisi Dayah sangat penting mengingat Santriwan/wati menuntut Ilmu Agama, terutama pagar Dayah harus maksimal rapid an memadai untuk keamanan Dayah.

Sesuai dengan wacana diatas kami selaku Panitia Pembangunan Dayah Fauzul Fata merencanakan pembangunan Pagar Beton, namun pembangunan tersebut belum selesai, maka atas pertimbangan di atas kami mengajukan proposal ini sebagai acuan pihak-pihak yang terkait dalam rangka memberikan bantuan demi pembangunan Pagar Beton Dayah.
Akhirnya kami seluruh Panitia Dayah beserta masyarakat Gampong Neuheun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang kepada kita semua. Aamiin

B. Kondisi Pagar

Rencana Pembangunan Pagar Beton Permanen dan Pagar Beton Pakai Kawat Duri Santri Pada Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie dipandang sangat perlu demi kenyamanan para santri di dalam menuntut Ilmu.

C. Rencana Pembangunan

Pagar Beton Permanen 180 m
Pagar Beton Pakai Kawat Duri 66 m
Pintu Gerbang Belakang 3 m
Pintu Samping 1 m
Dan hal-hal yang perlu dibangun

D. Penutup

Demikianlah sekilas pandangan keberadaan Dayah tersebut diatas dalam proposal yang telah kami susun dengan kesadaran dan penuh bertanggung jawab.

Dalam hal ini kami atas nama Panitia Pembangunan sangat mengharapkan bantuan baik moril maupun material agar maksud kami dapat berjalan lancer. Dan atas bantuan Bapak kami ucapkan ribuan terimakasih, Semoga Allah senatiasa melimpahkan balasan kebaikan yang setimpal atas kebaikan yang telah Bapak berikan. Aamiin


PANITIA PEMBANGUNAN DAYAH FAUZUL FATA 
GAMPONG NEUHEUN KECAMATAN BATEE KABUPATEN PIDIE


                       Ketua                                                                            Bendahara



(Tgk. Ikhwani Al-Mushauwirda, S.Pd)                                (Tgk. Marzuki Abdul Ghafur)




Mengetahui:
Pimpinan Dayah



(Tgk. H. Nasaie Abdurrahman)

SURAT PERMOHONAN DANA PAGAR






Nomor : 074/LPI/FF/2014                                                Neuheun, 05 Januari 2014
Lampiran : 1 (Satu Berkas)                                                  Kepada Yth,
Perihal : Permohonan Bantuan Dana Pagar                 Bapak Gubernur Aceh Cq. Kepala 
                                                                                                      Badan Pembinaan Pendidikan 
                                                                                                      Dayah Aceh
                                                                                                      Di – 
                                                                                                           Banda Aceh


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada Bapak dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin.

Sehubungan dengan rencana Pembangunan Pagar Beton kami selaku Panitia Pembangunan Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, mengajukan permohonan kepada Bapak agar sudi kiranya memberi bantuan berupa dana agar kelansungan rencana Pembangunan Pagar berjalan dengan lancar supaya Dayah aman dari berbagai macam bahaya dan santriwan/wati fokus dalam menuntut ilmu agama di Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.

Sebagai Bahan Pertimbangan Bapak bersama ini turut kami lampirkan :
1. Surat Permohonan
2. Proposal
3. Rancangan Anggaran Biaya
4. Rekomendasi Keuchik Gampong
5. Rekomendasi Camat
6. Rekomendasi Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie
7. SK Pengurus
8. SK Panitia Pembangunan Dayah
9. Photo Copy KTP Pimpinan/Ketua Panitia, Sekretaris dan Bendahara
10. Photo Copy Akte Notaris
11. Surat Izi Operasional Dayah
12. Photo Terakhir Pamplet dan Kondisi Pengajian Dayah
13. Daftar Terakhir Jumlah Santri
14. Photo Copy Rekening Bank BPD An. Panitia Pembangunan Dayah
15. Denah Lokasi Dayah
16. Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Pembangunan

Demikianlah permohonan ini kami ajukan kepada Bapak dengan harapan terkabul hendaknya, atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan ribuan terima kasih.


PANITIA PEMBANGUNAN DAYAH FAUZUL FATA 
GAMPONG NEUHEUN KECAMATAN
BATEE KABUPATEN PIDIE

                              Ketua                                                                                  Bendahara




(Tgk. Ikhwani Al-Mushauwirda, S.Pd)                                        (Tgk. Marzuki Abdul Ghafur)






Mengetahui:
Pimpinan Dayah



(Tgk. H. Nasaie Abdurrahman)


Rabu, 11 Maret 2015

PENAWAR PERASAAN YANG TERLUKA



Allah swt, menciptakan Hati dan perasaan bagi manusia, perasaan seseorang akan tenang dan damai ketika ia mengikuti langkah - langkah yang diterapkan oleh Allah namun sebaliknya bila perasaan seseorang itu terlalu jauh dengan sang pencipta-Nya maka penyakit akan menghuninya seperti gundah, gelisah, galau, gulana dan sebagainya.

Pada kesempatan kali ini kita akan coba sedikit berbagi obat atau penawar luka perasaan yang dengan diikuti cara ini kita harapkan Allah dapat menenangkan Hati dan Perasaan seseorang. Bacalah dan amalkan yang dibawah ini :

1.      Bawa-bawalah bertenang
Bila kita menyarankan seseorang supaya bertenang apabila dia marah, gelisah, sedih dan sebagainya, pernahkah kita terfikir untuk mengajak atau mengajar cara-cara untuk memenangkan diri?
Apa yang selalu saya praktikkan bila saya ingin menenangkan diri sendiri, saya akan tarik nafas dalam-dalam, dan lepaskan perlahan-lahan. Bagi yang beragama Islam, dianjurkan untuk beristighfar saat melepaskan nafas, bacalah “astagfirullah hal ‘aziim al-lazi laa ila ha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaik” dan pusatkan fikiran bahwa kita sedang memohon ampun daripada Allah. Insya Allah, biasanya jika diulang sebanyak 7 kali, anda akan kembali tenang.

2.      Biasakan diri berada dalam keadaan suci dari najis (Menjaga Wudhu)
     Jiwa kita akan menjadi tenang jika membiasakan diri mengambil wudu sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan diri mengambil wuduk sebelum memulai pelajaran agar apa yang dibaca akan mudah diingati. Dan akan mudah diingat nantinya.

3.      Membaca al-Quran, zikir dan selawat
Jadikanlah al-Quran sebagai teman paling akrab pada sepanjang waktu. Sesungguhnya ayat Al-Quran adalah penenang jiwa yang paling mujarab. Selain itu kita juga harus senantiasa berzikir dan berselawat agar hati sentiasa tenang dan tidak gusar. Kita perlu yakin bahawa walau bagaimana hebat tekanan yang kita alami, pertolongan Allah SWT tetap ada. Kerana settrlah ada kesempitan pasti ada kelegaan dan selepas kepayahan pasti ada kesenangan.

4.      Cintai diri sendiri
“Cintailah diri kamu sendiri sebelum kamu mencintai diri orang lain.” Jelas daripada maksud sepotong hadis ini, kita dapat memahami bahawa kita perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu berbanding orang lain. 

5.      Perbanyak menjalankan Sholat-sholat Sunnah
Sebagai makhluk paling mulia di sisi Allah, kita dituntut membanyakkan amal ibadak kita sehari-hari. Diantaranya, dengan mendirikan solat sunat. Seperti Solat sunat dhuha, solat sunat hajat, solat sunat taubat, solat sunat tasbih, solat sunat tahajud dan sebagainya. Biasakan bangun pada sepertiga malam dan mendirikan solat-solat sunat tersebut agar kita peroleh ketenangan dan kekuatan daripada Allah.

6.      Selalu berdoa kepada Allah SWT
Allah telah berpesan yaitu jangan menyembah selain daripada-Nya. Ini berarti bahwa kita dituntut berdoa hanya kepada Allah semata dengan secara rutin.

7.      Bersangka baik dengan Allah SWT
Kita sebagai manusia tidak akan terlepas dari ujian dalam hidup. Semuanya itu adalah ujian daripada Allah bertujuan menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya. Oleh itu, kita wajib bersangka baik dengan Allah dan janganlah menyalahkan takdir-Nya jika terjadi sesuatu terhadap diri kita. Kita juga harus percaya bahawa akan ada hikmah di sebalik musibah yag menimpa kita.

8.      Mengurus masa dengan baik
Jangan rakus untuk menghabiskan semua kerja dalam satu waktu. Kerjakan semaksimal mungkin pekerjaan kita.

9.      Berhubung dengan keluarga, saudara, dan tetangga
Sejatinya, manusia adalah mahluk social, yang selalu membutuhkan orang lain. Tidak akan mungkin manusia itu dapat hidup sendiri tanpa adanya orang lain, termasuk keluarga, tetangga dan orang-orang sekitar. Sudah barang pasti mereka akan saling membutuhkan satu sama lain.

10.  Lakukan aktivitas di luar rumah
Banyak yang bilang bahawa di dalam badan yang cerdas akan membentuk otak yang cergas. Segala tekanan sewaktu belajar atau bekerja akan dilupakan apabila kita melakukan aktiviti-aktiviti fizikal yang dapat menyihatkan tubuh badan seperti berolahraga. Jangan duduk diam dan berkurung dalam rumah sambil mendengarkan atau lagu-lagu sedih yang menyayatkan jiwa hati, ini hanya menambahkan sebak di dada.

11.  Aktiviti bersama alam
Sentiasa memelihara hubungan dengan alam. Anugerah alam ciptaan Allah SWT berupaya menenangkan, menyemai iman dan penawar bagi manusia. Biasakan berkebun, menanam dan menjaga pohon bunga bukan sahaja menyehatkan malah akan membantu memupuk diri memelihara alam. 

12.  Menangis dengan sepuas hati
Jika dengan menangis hati kita akan tenang, keluarkan saja airmata mu itu. Jangan ditahan. Akan sedikit muncul ketenagan saat kita sudah bisa mengeluarkan air mata saat menahan perasaan yang ada dalam diri kita.

13.  Hargai Potensi diri sendiri
Kembangkan kemampuan yang kita miliki, jangan di simpan saja atau dipendam kemampuan itu jika memang itu baik untuk diri kita dan masyarakat.

14.   Fokus kepada warna yang menenangkan
Penelitian membuktikan bahawa warna memberi kesan kepada perasaan kita. Warna merah terang, oren dan kuning memberikan kita tenaga. Kombinasi warna merah dan kuning menyebabkan darah kita mengalir dan menaikkan suhu badan. Biru dan hijau memberi kesan menyejukkan dan menenangkan. Anda pasti bisa mengenalpasti warna dengan cara anda sendiri untuk mengubah perasaan yang anda inginkan.

15.  Hirup aroma yang menyenangkan dan menenagkan
Minyak aromaterapi dengan aroma lavender terkenal dengan aroma menenangkan. Anda boleh cuba hangatkan minyak aromaterapi dengan aroma lavender atau bau apa saja yang kalian gemari.

16.  Indari keributan
Bunyi boleh memberi kesan kepada perasaan kita. Kita dilahirkan dengan perasaan yang tidak selesa kepada keributan. Keributan juga bisa memberi tekanan dalam diri. Ia juga bisa menaikkan tekanan darah, mempercepatkan detak jantung dan memberi kesan psikologi yang lain. Walau bagaimanapun tidak semua bunyi memberi kesan buruk. Musik contohnya bisa memberi kesan yang baik kepada perasaan dan kesihatan diri kita. Terutama music yang bernuansa Islam.

Nah…..
Itu tadi sedikit tips untuk menenangkan hati yang sedang gelisah, gundah, resah, galau ataupun sejenisnya. Semoga bermanfaat ya.

Semoga hati kita bisa kembali tenang dan selalu bisa dekat dengan Sang Pencipta. Adukan semua persoalan yang kita hadapi hanya kepada Allah. Karna Ia lebih berhak mendengarkan keluh dan kesah semua hamba-hamba-Nya.

KETIKA HATI TERPEJAM



Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga, dan lain-lain. Dengan hati, manusia dapat meraba perasaan orang lain. Dengan hati juga manusia dapat membuat kehidupan ini penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Hati adalah keajaiban Sang Pencipta yang senantiasa menuntun manusia pada cahaya, cahaya kebenaran.

Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap manusia.

Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid. Ya di maklumi saja jika kita sebagai manusia merasakan kegelisahan, gundah gulana, kecemasan ataupun kekhawatiran.

Hati ini, pada dasarnya telah diciptakan bersih oleh Allah swt bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan nafas kehidupan yang terus berhembus dan kian menua dalam rimba kehidupan, perlahan hati pun mulai terkontaminasi, terkotori, dan akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah itu tadi Gelisah, memang satu penyakit hati yang sangat berbahaya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia. Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.

Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan hati, dan untuk mendapatkan ketenangan hati bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir, ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Di artikel ini, sedikit akan di dipaparkan bagaimana Cara Islami untuk Menenangkan Hati kita yang sedang dalam keadaan gelisah sesuai Syari’at Islam tentunya. Di antaranya adalah :

1.      Sabar
Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi. Ujian yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk menguji keimanan kita. Jika kita sabar melewai cobaan dan ujian akan meningkatlah level iman kita. Bukankan Allah itu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jika ujian itu datang padanya, berarti Allah yakin kita bisa melewatinya. Allah saja yakin, masa kita Ngga sih…

2.      Adukanlah semua itu kepada Allah
Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari: “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita. Kalo kita curhat sama teman, mukin malah akan membuka aib kita sendiri malah kan????.....
Ok…..
Mukin di antara kalian ada yang lebih milih curhat ma temen. Syukur temen kita bisa bisa dipercaya dan gak menyebar luaskan masalah kita, lha kalo temen kita ember alias gak bisa jaga rahasia, yang ada malah menambah masalah karna aib kita di umbar-umbar. Udah deh…… curhaynta sama Sang Pencipta aja.

Ya...... 
Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita. Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.

3.      Positive thinking
Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu kita untuk mengatasi rasa galau yang sedang kita rasa. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri kita menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang maslah yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik dan jalan keluar  yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Akan selalu ada jalan jika kita percaya kalo Allah swt akan menoong kita. Intinya, kita haarus selalu berfikir positif sama Allah, jangan pernah suudzhon sama Sang pencipta. Ini sejalan dengan firman Allah swta dalam ayat berikut; “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

Ini janji Allah di dalam Al-Qur’an. Akan selallu ada kemudahan di setiap kesulitan. Masih ragu juga sama janji Allah.??????...

4.      Dzikrullah (Mengingat Allah)
Ini yang paling penting. Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

5.      Sholat
Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

Allah berfirman : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.

Bersabar, mengadu kepada Allah, berpikir positif, Dzikrullah, dan sholat adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati termasuk rasa gelisa, resah, gundah, gulana, galau atau apapun itu.

Sebagaimana firman-Nya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya. 

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.





PEMIMPIN IDAMAN ISLAM


Setiap Manusia pasti bermimpi menjadi seorang pemimpin, terkadang seseorang mengunakan trik-trik yang kotor untuk menjadi seorang pemimpin, bukan Iman yang diutamakan kedepan akan tetapi nafsunya yang selalu bermain mengolah otaknya untuk tercapai maksud hatinya. banyak diantara kita yang merujuk kepada keagungan orang kafir yang dijadikan sebagai alat atau bahan menempuh menjadi seorang pemimpin dan terkadang kita yang memilih seseorang menjadi pemimpin malah berpedoman kepada Kriteria yang ditetapkan oleh orang nonmuslim, sadar...!!! mari kita berpedoman kepada ajarat Islam yang memang Islam adalah segalanya bagi kaum muslimin, Nah. kriteria yang diatur menurut Islam akan membawaki kepada kepastian seorang pemimpin, berikut 10 Kriteria Pemimpin Menurut Islam dan bila ada yang kurang silahkan ditambah asalkan merujuk kepada Islam:

Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya :

1. Beriman dan Beramal Shaleh

Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.

2. Niat yang Lurus 

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”
Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.

3. Laki-Laki 

Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara, “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya).

4. Tidak Meminta Jabatan

Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu, ”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

5. Berpegang pada Hukum Allah

Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin. Allah berfirman, ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).

6. Memutuskan Perkara Dengan Adil

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).

7. Menasehati rakyat

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”

8. Tidak Menerima Hadiah

Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).

9. Tegas

ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.

10. Lemah Lembut 

Doa Rasullullah : "Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya" .

Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas) Sidiq itu berarti jujur.

Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak adalagi yang namanya Team Pemberantasan Korupsi karena tidak adalagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.

Setelah kita mengetahui sebagian ciri- ciri pemimpin menurut islam. Marilah kita memilih dan membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa menjadi seperti ciri- ciri pemimpin diatas karena kita merupakan Manusia dan sebagai penerus Agama dan Bangsa.

Semoga bermanfaat bagi kita semua,..

Senin, 09 Maret 2015

IZIN OPERASIONAL DAYAH


Sebagai salah satu persyaratan untuk mendapat bantuan dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh harus menyediakan Surat Keterangan Izin Operasional Dayah (SKIOD) dari Kankemenag Kab. Pidie, SKIOD ini berlaku hanya satu tahun saja kemudian bila masanya sudah habis setiap Dayah harus memperbaharuinya di Kankemenag Setempat.
Berikut contoh surat Pengajuan Permohonan Izin Operasional :



Nomor             : 082//DFF/5/2015                                          Neuheun, 5 Februari 2015
Lampiran         : 1 (Satu Berkas)                                             Kepada Yth,
Perihal             : Mohon Izin Operasional                             Bapak Kepala Kankemenag Kab. Pidie
                                                                                                 Di –
                                                                                                                   Sigli



           

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada Bapak dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin.
Dalam rangka meningkatkan syiar Agama Islam dan melancarkan aktifitas Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. dan terbentuknya tempat belajar mengajar yang mempunyai izin Operaional dari depag, maka dengan ini kami atas nama Pimpinan/Pengurus Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie mengajukan permohonan Izin Operasional Dayah kepada Bapak  Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) untuk kelancaran dan keabsahan dayah dalam mengelola proses belajar mengajar dibidang Ilmu Pendidikan Agama di Dayah tersebut.
Untuk sebagai keabsahan permohonan ini berikut kami lampirkan :
1.      Surat Permohonan
2.      Rekom Camat
3.      Rekom KUA
4.      Akta Notaris
5.      SK Pengurus
6.      SK Guru
7.      Nama-nama Murid
8.      Foto Kegiatan
Demikian permohonan ini kami sampaikan dengan sesungguhnya, besar harapan kami semoga dikabulkan hendaknya, Atas izin Bapak kami ucapkan terima kasih.

                                                                                              Neuheun, 5 Februari 2015
     Mengetahui;                                                                   PENGURUS DAYAH FAUZUL FATA 
                                                                                                                             GAMPONG NEUHEUN KECAMATA BATEE 
                                                                                                                             KABUPATEN PIDIE




(TGK.  H. NASAIE AR)                                                                          (TGK. IKHWANI AL-MUSHAUWIRDA, S.Pd)
           Pimpinan                                                                                    Sekretaris Jendral







  



           


Tembusan:
1.       Camat batee
2.       KUA Batee
3.       Keuchik Gampong Neuheun
4.       Pertinggal.-


ZIKIR MAULID NABI


Kita yang mengaku sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW dan bahkan mencintai Rasulullah melebihi cinta kita kepada diri sendiri.

Ucapan Cinta kepada Rasulullah sudah pasti terukir di bibir yang indah namun di hati hanya kita masing - masing yang tahu, dalam hal mengaplekasikan cinta kepada Rasulullah mempunyai cara tersendiri yang namun apa pun yang kita lakukan untuk mencintai Rasulullah harus sesuai dengan anjuran Syar'i.

Salah satu cintanya kita kepada Rasulullah yaitu merayakan Maulid Nabi atau hari lahirnya Rasulullah SAW, Santri Dayah Fauzul memperingati Maulid dengan berzikir atau biasa di sebut dalam bahasa Aceh Meudikee dengan berzanji kepada Rasulullah dalam irama yang khas menjadi ciri khas Santri Dayah Fauzul Fata.

Santri Dayah Fauzul Fata juga mendapat undangan untuk berzikir maulid di berbagai tempat, sudah tiga bulan Santri kerap menerima undangan berzikir bahkan di Sekolah - Sekolah seperti di SMPN1 Batee pada tanggal 7 Maret 2015, di MAN Batee dan di sejumlah tempat yang lain.

Untuk hari Minggu 8 Maret 2015, tadi hari Santri berzikir di Dusun Babah Krueng Desa Crueng Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, mereka menikmati irama dengan seni angguk kepala sesuai irama yang di bawakan oleh Syeikh Zikir.

Dengan bershalawat kepada Rasulullah SAW maka mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW dan dapat bertatap muka dengan Rasulullah SAW di yaumil akhirah.
Aamiin

Kamis, 05 Maret 2015

MENTARI MULAI MEREBAH


Ketika suara azan Asar bergema di mesjid Dayah Fauzul Fata bertanda pengajian sore sudah selesai dan semua santri bergegas mengambil air sembahyang atau yang biasa disapa air Wudhu' untuk Shalat berjamaah.

Sudah lazim ba'da Shalat para Santri berzikir bersama Imam atau dalam kata lain membaca wirid, sesudah aktifitas itu semua santri biasanya ada yang belajar apa yang sudah dipelajari ketika diatas Balai yang telah diajarkan oleh Guru dan ada juga yang bersantai -santai di dalam bilik mereka masing-masing dan ada pula yang mengambil kesempatan untuk berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh, biasanya santri yang Aliyah memilih berolahraga jenis bola voli.

Seiring mentari mulai terbenam merebahkan suryanya berganti malam mereka larut dalam aktivitas olahraga, dan tepat pada Jam 16:30 Wib. Mereka berhenti dan bersiap-siap untuk menjemput maghrib tiba.

Karena sudah menjadi Peraturan Dayah pada Jam 17:00 Wib. Wajib masuk dalam mesjid bagi semua santri. Kegiatan yang dilakukan ketika berada dalam mesjid menjelang Maghrib ada santri yang menghafal pelajaran dan ada yang membaca Al-Qur'an dan ada pula yang berdiskusi tentang pelajaran yang akan di tanyakan oleh guru ketika berada di balai nanti malam.

Mereka saling berdebat antara satu dengan lainnya akan tetapi bukan berdebat soal duniawi namun mereka sibuk berdebat masalah kitab dengan seksama dan berujung dengan dalil.
Ba'da Magrib semua santri belajar sampai waktu selesai.

Senin, 02 Maret 2015

WAHAI WANITA, BACALAH INI SEMOGA MENJADI WANITA SHALEHAH



Muslimah, tahukah kalian siapa Asma’ radhiallahu ‘anha? Beliau adalah Asma’ binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbai’at kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama Hijriyah, yaitu dalam bai’at Aqabah.

Asma’ radhiallahu ‘anha adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. Oleh karena itu, ia menjadi ahli hadits yang mulia, sehingga mendapat julukan “juru bicara wanita”. Asma’ dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepada para sahabat dan bersabda, “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”

Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)
Kita lihat begitu semangatnya para shahabiah, hatinya senantiasa bergantung kepada akhirat. Tidaklah yang ia cita-citakan dalam seluruh amalnya kecuali ridha Allah Ta’ala sehingga ia merasa sangat gembira ketika diberitahu bahwa tugas yang selama ini ia lakukan pahalanya menyamai amalan kaum laki-laki yang sangat berat. Sungguh hal ini menunjukkan kemurahan Allah kepada hamba-Nya.

Asma’ juga pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara mandi haidh, sebagaimana telah diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah seorang di antara kamu menyiapkan air dan air perasan bidara. Kemudian bersucilah dengannya dan membaguskan bersucinya. Kemudian menuangkan air ke atas kepalanya dan hendaklah ia menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga membasahi akar-akar rambutnya, lalu menuangkan air ke atasnya. Kemudian hendaklah ia mengambil sepotong kapas yang telah dibubuhi minyak wangi, lalu bersihkanlah dengannya.”
Lalu Asma’ bertanya lagi, “Bagaimana membersihkannya dengan kapas?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Subhanallah, bersihkanlah dengannya.”
‘Aisyah berkata, seolah-olah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan hal ini (karena malu), “Yaitu engkau membersihkan darah padanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Begitulah saudariku, para shahabiyah sangat bersemangat untuk mencari ilmu agama. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk bertanya. Karena mereka tahu, hanya dengan ilmu, amalan mereka akan bernilai (mendapat pahala) di sisi Allah. Benarlah perkataan ‘Aisyah bahwa sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidaklah terhalang oleh rasa malu untuk mendalami urusan agama. (HR. Muslim)

Tentunya, kita ingin menjadi wanita terbaik bukan? Maka, contohlah para shahabiah. Belajarlah ilmu agama karena dengannya derajat kita akan ditinggikan dan jalan menuju surga akan dimudahkan. Semoga Allah senantiasa memudahkan bagi kita jalan menuju Ilmu. Aamiin.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Qs. Al Mujadilah:11)

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya, dengan hal itu, jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

PROPOSAL MUSHABAQAH TILAWATIL QUR'AN RADAR SE-DAYAH ACEH



A. LATAR BELAKANG

Bagi ummat Islam Al-Qur’an merupakan petunjuk (hudan) bagi manusia, pembeda (furqan) antara yang haq dan yang batil dan juga penjelas (bayan) tentang petunjuk tersebut (QS 2:185). Sebagai sebuah petunjuk maka Al-Qur’an haruslah difahami oleh manusia. dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Al- Qur’an akan memberikan arahan bagi ummat akan  jalan yang benar dan menghasilkan pribadi-pribadi yang berkualitas, mendamaikan jiwa dalam melaksanakan kewajiban di bidang apapun.  Karena itulah agar benar-benar memberikan arti bagi kita, Al-Qur’an haruslah dibaca, difahami dan diamalkan.

Sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an bahwa pendidikan nasional Indonesia ditujukan untuk membentuk manusia yang berkualitas yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, cerdas, bertanggung jawab, sehat jasmani dan rohani. Sebagaimana yang  tertuang dalam Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang  Fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Secara yuridis bunyi UU tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan kita harus dapat membangun  karakter positif yang kuat, artinya praktik pendidikan tidak semata berorientasi pada aspek kognitif, melainkan secara terpadu menyangkut tiga dimensi taksonomi pendidikan yaitu kogtifif, psikomotorik dan afektif.

Dalam rangka mewujudkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional itu, maka perlu adanya pembinaan mental dan spiritual bagi santriwan/wati sebagai upaya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isi kandungan Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’. Salah satu sarana mewujudkan hal itu adalah menyelenggarakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) santri tingkat Dayah. Dalam menghadapi zaman yang semakin moderen perlu dilaksanakan Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat Dayah untuk menyiapkan pemimpin (kafilah) di Kecamatan Batee khususnya, umumnya Nanggroe Aceh Darussalam.

B. DASAR

  1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi.
  3. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 182A tahun   1988 dan No. 48Tahun 1988 tentang Organisasi Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an (LPTQ). Bab VII pasal 9 ayat 1 menyebutkan bahwa Pembina LPTQ antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan No.155/0/1998 tentang Pedoman Umum di Perguruan Tinggi.


C. VISI

Santri Dayah Fauzul Fata yang mencintai Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’ serta mengamalkannya, jiwa istiqamah, menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran dan keadilan (Veritas, Probitas, Iustitia).

D. MISI

  1. Meningkatkan kualitas ketaqwaan santri Dayah Fauzul Fata kepada Allah SWT.
  2. Meningkatkan kualitas santri Dayah Fauzul Fata dalam penghayatan dan pengamalan Al Qur'an, Hadist dan Kitab kuning
  3. Mengembangkan minat, ketrampilan  dan bakat santri Dayah Fauzul Fata di dalam membaca Al-Qur’an dan menganalisis isi kandungan Al-Qur’an, Hadist dan Kitab kuning
  4. Menambah wawasan mengenai isi dan kandungan Al-Qur’an, Hadist, Kitab kuning, dan isu-isu yang berkembang dalam dunia akademik
  5. Meningkatkan nilai ukhuwah Islamiah sesama santri Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie


E. SASARAN

  1. Adanya wadah kegiatan santri Dayah Fauzul Fata yang positif dan dilaksanakan secara terencana-berkesinambungan, khususnya di bidang mengaplikasi keterampilan keagamaan.
  2. Memberikan kesempatan bagi santri Dayah Fauzul Fata mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan ekstra kurikuler, baik tingkat pesantren, wilayah, nasional, regional, maupun internasional.
  3. Terjalinnya persahabatan antar santri dari berbagai dayah atau masyarakat di seluruh bumi Aceh.
  4. Peningkatan prestasi santri Dayah Fauzul Fata dan Dayah Se-Aceh di tingkat nasional dengan Mushabaqah Tilawatil Qur’an, Pidato,  Fahmil Kutub (kitab kuning) dan Tahfid Qur’an.


F. JENIS-JENIS PERLOMBAAN DAN KETENTUANNYA

a. Pidato
Judul di tentukan oleh panitia pelaksana pada saat technical meeeting
Waktu 20 menit
Peserta seharusnya memakai baju yang khas Dayahnya masing-masing.
Peserta tiga (3) orang perwakilan dari setiap dayah, khusus putra
Juara terdiri dari I, II dan III.

b. Qiraatul Qur’an
Surat dan Ayat di tentukan oleh panitia pelaksana pada saat technical meeeting
Waktu 10 menit
Peserta seharusnya memakai baju yang khas Dayah.
Peserta tidak dibatasi dari jumlah perwakilan dari setiap dayah, khusus putra
Juara terdiri dari I, II dan III.

c. Fahmil Kutub
Peserta adalah santri Dayah di seluruh Aceh yang masih aktif di dayahnya masing-masing.
Peserta3 orang dari perwakilan setiap Dayah.
Peserta utusan dikatagorikan dalam tiga (3) tingkat: Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan ‘Aliyah
Khusus bagi santri putra.
Membacakan kitab kuning Matan Taghrieb, Al-Bajury (Al-Fathul Qarib) jilid I, I’anatut Thalibin jilid II,  pada bab yang di tentukan oleh dewan juri.
Juara terdiri dari I, II dan III di setiap tingkat.

d. Cerdas Cermat
Peserta adalah santri Dayah Se-Aceh yang masih aktif di dayahnya masing - masing.
Peserta terdiri 1 group atau 3 (tiga) santri dari perwakilan setiap Dayah.
Khusus bagi santri putra.
Juara terdiri dari I, II dan III.

G. PERSYARATAN PESERTA

  1. Peserta adalah santri Dayah yang bernaung dan berdomisili di dalam Nanggroe Aceh Darussalam yang masih aktif di Dayah/Pesantrennya masing-masing yang di buktikan dengan Surat Rekomendasi Pimpinan Dayah (SRPD).
  2. Peserta dibuktikan dengan menyertakan foto kopi SRPD ketika technical meeting.
  3. Menyerahkan foto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar.
  4. Peserta tidak boleh digantikan santri lain, apabila sudah dapat pengesahan dari panitia.
  5. Peserta yang telah mendaftar wajib melakukan pendaftaran ulang pada saat Technical Meeting. Bagi yang tidak hadir (memiliki udzur syar’i) harus menyetujui semua kesepakatan yang telah ditentukan dalam Technical meeting.
  6. Peserta yang telah memenuhi persyaratan akan mendapatkan Id Card dan Id Card tersebut sebagai persyaratan memasuki ruang perlombaan.
  7. Santri diperbolehkan mengikuti hanya 2 (dua) perlombaan.
  8. Peserta di nyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam proposal ini.


H. KETENTUAN PERLOMBAAN

  • Peserta terdiri dari 52 (lima puluh dua) Dayah/Pesantren yang sudah terdaftar dalam buku undangan.
  • Setiap Pimpinan Dayah/Pesantren harus membantu kelancaran pesertanya sampai sukses acara.
  • Setiap Dayah/Pesantren mengirimkan jumlah peserta perlombaan yang telah di tentukan, dan mengirim dua pengawas serta sesuai dengan kriteria perlombaan.
  • Pada seleksi perlombaan hanya akan ditentukan Juara I, Juara II dan III untuk semua jenis perlombaan.
  • Penilaian akan di adakan dalam dua (2) tahap untuk Pidato, dari babak penyisihan di tetapkan 8 (delapan) peserta terbaik dan untuk cerdas cermat 8 (delapan) group  untuk mengikuti babak final.
  • Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang telah ditentukan oleh Panitia MTQ Dayah Se-Aceh yang bertempat di Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.
  • Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.


I. HADIAH

1. Pidato
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi

2. Fahmil Kutub
Juara I : Rp 3.000.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi

3. Qiraatul Qur’an
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi

4. Cerdas Cermat
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi


J. PENDAFTARAN

  • Pendaftaran seluruh perlombaan di adakan serentak pada tanggal 12-29 Maret 2015.
  • Tempat pendaftaran : Humas Dayah Fauzul Fata, Sekretariat: Kantor Sekretaris Umum Dayah Fauzul Fata Jl. Teupin Jeue – Rungkom Sp. Polsek Batee Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Aceh. Contact Person: Tgk Ikhwani Al-Mushawwirda, S.Pd  (085206770057). Tgk Wahyu Abrar Hisida (082367576057)


K. PESERTA

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Se-Dayah Aceh akan dilaksanakan pada tanggal 12 April 2015 di Komplek Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.


L. PANITIA PELAKSANA

Pelaksana kegiatan MTQ santri Se-Dayah Aceh atau disebut panitia pelaksana adalah panitia yang mendapat persetujuan Ketua RADAR (Rabithah Alumni Dayah Ruhul Fata selanjutnya disahkan oleh Pimpinan Dayah Fauzul Fata dengan Surat Keputusan (SK). Adapun Susunan Panitia Mushabaqah Tilawatil Qur’an santri Dayah Fauzul Fata Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Pembina I : Tgk. H. Abi Nasaie AR (Pimpinan)
Ketua : Tgk. Ikhwani Al-Mushawwirda, S.Pd
Sekretaris         : Tgk. Wahyu Abrar Hisida
Bendahara : Tgk. Marzuki
Bidang Danus : Tgk. Ikhwani Armia
Bidang Lomba : Tabib Syamsuar
Bidang Publikasi : Tgk. Maulidin, AMK
Bidang Perlengkapan : Tgk. Januar
Bidang Kosumsi : Tgk. Usman Syamrany
Bidang Pemondokan       : Tgk. Zulfikar
Bidang Technisi              : Tgk. Mahlil  


M. PEMBIAYAAN DAN PENGHARGAAN

  1. Biaya pelaksanaan MTQ Dayah Se-Aceh berasal dari Dana Kas RADAR, dan dari pihak yang mau bekerjasam dengan secara tidak mengikat.
  2. Panitia pelaksana memberikan penghargaan kepada peserta berupa hadiah uang dan tropi  juara I, II, dan III bagi setiap cabang perlombaan.


N. PENUTUP

Demikian proposal MTQ Dayah Se-Aceh ini dibuat agar dapat menjadi acuan bagi kegiatan tersebut. Kita memohon kepada Allah SWT agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Hasbuna Allah Wa ni’mal Wakiil. Ni’mal maulaa waniman nashiir.






Batee, 1 Maret 2015 
PANITIA MTQ DAYAH SE-ACEH RADAR & DAYAH FAUZUL FATA




TGK. IKHWANI AL-MUSHAWWIRDA, S.Pd                    TGK. WAHYU ABRAR HISIDA
                 KETUA                                                               SEKRETARIS




    

    Mengetahui;



TGK. H. NASAIE AR
PIMPINAN


Shedule Acara

Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
No Hari/Tgl Jam Kegiatan Penanggung Jawab
1 MALAM KE SATU 20.00-20.15 Registrasi Peserta Panitia
2 20.15-20.20 Pembukaan MC
3 20.20-20.30 Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Tgk. Wahyu Abrar
4 20.30-20.40 Laporan Ketua Panitia Ketua Panitia
5 20.40-20.60 Kata sambutan dari Gubernur Gubernur
6 20.60-21.15 Kata Sambutan dari Muspida Bupati
7 21.15-21.30 Kata sambutan Pimpinan Dayah Fauzul Fata Pimpinan
8 21.30-21.35 Pembacaan Do’a Tabib Syamsuar
9 21.35-21.45 Istirahat Panitia
10 31.45-21.50 Pemberitahuan Tertib perlombaan MC
11 21.50-22.00 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
12 22.00-22.60 Fahmil Kutub Peserta
13 22.60-00.00 Tahfid Qur’an Peserta
14 00.00-00.50 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Peserta
15 MALAM KE DUA 20.00-20.20 Registrasi peserta Panitia
16 20.20-21.20 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
17 21.20-22.20 Fahmil Kutub Peserta
18 22.20-23.20 Tahfid Qur’an Peserta
19 23.20-23.40 Irhat/Selingan Peserta
20 23.40-00.30 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Panitia
21 MALAM KE TIGA 20.00-20.20 Registrasi peserta Panitia
22 20.20-21.20 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
23 21.20-22.20 Fahmil Kutub Peserta
24 22.20-23.20 Tahfid Qur’an Peserta
25 23.20-23.40 Irhat/Selingan Peserta
26 23.40-00.30 Cerdas Cermat Panitia
27 00.30-00.60 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Peserta
28 MALAM KE SELANJUTNYA 20.00-20.30 Registrasi peserta Panitia
29 20.30-00.00 Acara perlombaan berlangsung Peserta
30 MALAM KE DUA BELAS 20.30-20.60 Registrasi peserta Peserta
31 20.60-22.00 Final Perlombaan Peserta
32 22.00-23.00 Pembagian Hadiah dan Piala Peserta

RANCANGAN ANGGARAN BIAYA

No Seksi Acara
  1. ACARA @ X Jumlah

  • Tropi 1.300.000 12 Set 15.600.000 
  • Honor Dewan Juri 300.000 12 Mlm   3.600.000 
  • Konsumsi Juri 100.000 12 Mlm   1.200.000  
2.     HADIAH

  Juara I 3.000.000 4 Cabang 12.000.000 
  Juara II 1.500.000 4 Cabang   6.000.000 
  Juara III 1.000.000 4 Cabang   4.000.000 

3 Kesekretariatan
  Pengadaan Proposal 20.000 60 buah   1.200.000 
  Co. Card 6.000 156 buah       936.000 

4 Akomodasi
  Sewa Sound System 800.000 12 mlm       9.600.000 
  Sewa Tenda 8 Pkt. 1.600.000 12 mlm 19.200.000 
  Snack Peserta, Panitia, dan Undangan 600.000 12 mlm   7.200.000 

JUMLAH TOTAL Rp. 1 80.4536.000 

Termasuk Dana Rehabilitas Pembangunan untuk Peserta Dayah, Ruang Tidur, Lokasi, Pagar, dan Ruang Belajar Rp. 10.000.000



Batee, 1Maret 2015
PANITIA MTQ DAYAH SE-ACEH RADAR & DAYAH FAUZUL FATA



TGK. IKHWANI AL-MUSHAWWIRDA, S.Pd                      TGK. WAHYU ABRAR HISIDA
                KETUA                                                                           SEKRETARIS







  
         

    Mengetahui;




TGK. H. NASAIE AR
  PIMPINAN