Sabtu, 03 Januari 2015

SIKSAAN KUBUR



Azab kubur

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan kepada kita semua sehingga masih bisa bertemu pada kesempatan kali ini, sahabatku yang dimuliakan Allah pada kali ini kita akan membahas tentang keterangan Azab kubur.

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat beri’tiqad bahwa orang-orang kafir dan orang-orang beriman yang berbuat maksiat akan mendapat azab kubur dengan kehendak Allah. Yang dimaksud dengan kubur di sini adalah alam barzakh, bukan hanya kuburan saja. Disebutkan azab kubur, karena mengingat ghalib (kebiasaan). Keyakinan seperti ini sesuai dengan keterangan Ahmad al-Shawi, salah seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah bermazhab Maliki, yaitu :“Termasuk yang wajib mengimaninya adalah membenarkan azab kubur. Yang dimaksud dengan qubur adalah alam barzakh. Disandarkan kepada kubur, karena itu merupakan kebiasaan. Jika bukan karena mengingat kebiasaan, maka setiap mayat yang diiradah oleh Allah mengazabnya, Allah akan mengazabnya, baik dikubur atau tidak, meskipun dia telah dimakan oleh binatang atau telah terbakar ataupun telah diterbang di udara”.

Keterangan ulama lain mengenai azab kubur, antara lain : 
Imam an-Nawawi mengatakan : 
“Dalam bab ini (Bab Sunat Ta’auz dari Azab Kubur dan Azab Jahannam dari Kitab Shahih Muslim) dapat dipahami penetapan azab dan fitnah kubur. Ini adalah mazhab ahlul haq, khilaf dengan Mu’tazilah.”

Imam al-Ghazali, setelah menyebut i’tiqad adanya azab kubur sebagai pokok kepercayaan agama, beliau berkata : 
“Telah masyhur dari Rasulullah SAW dan Salaf al-Shalih tentang isti’azah (minta perlindungan dari azab kubur) dan itu memungkinkan, oleh karena itu, wajib membenarkannya.”5
Kewajiban mengi’tiqad adanya azab kubur ini karena banyak ayat al-Qur’an dan hadits mutawatir yang menjadi dalil penetapannya. Pengarang Syarah al-‘Aqidah al-Thahawiyah mengatakan : 
“Sesungguhnya hadits Rasulullah SAW mengenai penetapan azab kubur dan nikmatnya bagi ahlinya adalah mutawatir. Demikian juga pertanyaan dua malaikat (dalam kubur). Oleh karena itu, wajib mengi’tiqad penetapan azab kubur dan mengimaninya”




















(Gambar ilustrasi)

Al-Baihaqi, dalam Kitab Istbat ‘Azb al-Qabri telah mengumpulkan hadits-hadits yang menunjukan kepada adanya azab kubur yang diriwayat oleh tiga puluh sembilan sahabat Nabi. Tabi’in dan Tabi’ al-tabi’in yang meriwayat dari mereka melebihi dari jumlah para sahabat Nabi tersebut.

Dalil-dalil adanya azab kubur dalam al-Qur’an, antara lain :
Firman Allah Q.S. al-An’am : 93

وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آَيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

Artinya : "Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, Karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.(Q.S. al-An’am : 93)

Ini merupakan perkataan yang diajukan kepada mereka pada saat mati. Para malaikat mengabarkan bahwa pada saat itu orang-orang yang dhalim itu diberi pembalasan, berupa penyiksaan yang hina. Seandainya siksaan itu ditunda hingga kiamat tiba, sungguh tidak dikatakan : “Di hari ini kalian di balas”. Ibnu Abbas pada ketika menjelaskan ayat di atas, mengatakan : 
“Ini adalah pada ketika maut” 8

Firman Allah Q.S. al-Sajdah : 21

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya : "Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)".(Q.S. al-Sajdah : 21)

Firman Allah Q.S. Thaha : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Artinya : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta ".(Q.S. Thahaa : 124)

Berkata Jalalain : 
“Ditafsirkan مَعِيشَةً ضَنْكًا dalam hadits dengan azab orang kafir dalam kuburnya.

4.Firman Allah yang mengisahkan kaum Fir’un dalam Q. S. al-Mukmin : 46

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Artinya : "Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat) : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras (Q.S. Ghafir : 46)

Al-Qurthubi mengatakan :
“Jumhur ulama mengatakan bahwa penampakan neraka itu terjadi di alam barzakh”

Firman Allah yang mengisahkan kaum Nuh dalam Q.S. Nuh : 25

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا

Artinya : "Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka tenggelam lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.(Q.S. Nuh : 25)

Huruf ‘fa’ menunjukkan berurutan, maka masuk neraka tersebut sehabis tenggelam yang terjadi di alam barzakh, sebelum hari qiamat.

Hadits-hadits yang membicarakan tentang azab qubur, antara lain :
Hadits-hadits mengenai azab kubur adalah hadits ahad tetapi ia termasuk dalam mutawatir dari sudut makna, yaitu antara lain : 
Sabda Rasulullah SAW : 

إذا فرغ أحدكم من التشهد الآخر فليتعوذ بالله من أربع من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن شر المسيح الدجال 

Artinya : "Apabila seseorang kamu telah selesai dari tasyahud akhir, maka hendaklah berlindung dengan Allah dari empat, yaitu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehiduapan dan kematian dan keburukan al-Masih al-Dajjal". (H.R. Muslim)11

Hadits riwayat Aisyah r.a., beliau berkata : 

دخلت على عجوزان من عجز يهود المدينة. فقالتا: إن أهل القبور يعذبون في قبورهم. قالت: فكذبتهما. ولم أنعم أن أصدقهما. فخرجتا. ودخل علي رسول الله صلى اله عليه وسلم فقلت له: يا رسول الله! إن عجوزين من عجز يهود المدينة دخلتا على. فزعمتا أن أهل القبور يعذبون في قبورهم. فقال "صدقتا. إنهم يعذبون عذابا تسمعه البهائم". قالت: فما رأيته، بعد، في صلاة، إلا يتعوذ من عذاب القبر.

Artinya : "Dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku. Keduanya berkata: penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Aku pun menganggap keduanya tidak benar. Aku merasa tidak senang membenarkan perkataan keduanya, kemudian keduanya keluar. Kemudian Rasulullah saw. datang menemuiku dan aku berkata: Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku, mereka meyakini bahwa penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Beliau menjawab: Mereka benar. Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh hewan ternak. Setelah itu aku lihat beliau selalu mohon perlindungan dari siksa kubur setiap salat". (H.R. Muslim) 12

Hadits riwayat Bukhari :

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ مِنْ كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَسْعَى بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ عُودًا رَطْبًا فَكَسَرَهُ بِاثْنَتَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى قَبْرٍ ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya : "Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan, beliau bersabda : “Sesungguhnya keduanya itu sedang diazab dan mereka berdua tidaklah diazab disebabkan dosa-dosa besar yang mereka lakukan tetapi disebabkan salah seorang mereka memecah belahkan masyarakat dengan adu domba dan salah seorang lagi tidak dapat menutup air kencingnya. Kemudian Rasulullah mengambil kayu gaharu yang belum kering dan membelah dua. Kemudian memancang keduanya pada kubur. Kemudian beliau bersabda : “mudah-mudahan meringankannya selama belum kering kedua kayu itu." (H.R. Bukhari)13

Berkata Aisyah r.a

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya : "Tidak pernah aku melihat Rasulullah SAW kecuali berdo’a berlindung dari azab qubur setelah shalatnya" (H.R. Bukahri)14

Sahabatku yang di rahmati Allah... Mari kita persiapkan bekal untuk keluasan di dalam kubur, hanya tiga perkara yang alkan bermanfaat bagi mayit di dalam kubur yaitu: Anak yang Shaleh, Sedeqah Jariyah, dan Amal yang bermanfaat, persiapkanlah sbelum kita di panggil oleh Allah SWT kembali kepada-Nya.

Wabillahi taufiq walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Jumat, 02 Januari 2015

MEMBAYAR HUTANG DAN MEMBELI DIRI DARI API NEREKA




Assalamu'alaikum Wr. Wb

Segala puji mustahaq bagi Allah, Allah yang Ahad, dan Salawat beserta salam kita persembahkan ke pangkuan Rasulullah dan atas keluarga-Nya, dan Sahabat-Nya yang mempunyai kelebihan disisi Allah SWT.

Wahai sahabatku yang di muliakan Allah...
Manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT dan ditempatkan di atas bumi yang fana ini hanya diperintahkan oleh Allah untuk 'Lita'buduun' supaya manusia itu menyembah Allah, oleh karena itu kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan kesilapan bahkan kita berani mengingkari perintah Allah, dalam artian kita luput selalu dalam menjalankan perintah-Nya, tamsilnya: kita sudah sangat sering meulur-ulurkan waktu untuk Shalat malahan sampai tidak menunaikan Shalat, perbuatan seperti ini sudah pasti kita berdosa kepada Allah, orang-orang yang sudah berdosa kepada-Nya tentu azab yang sangat pedih di dalam neraka, mulai dari dalam kubur disiksa sampai api neraka yang maha dahsyat panas akan dirasakan oleh orang yang sudah berdosa kepada Allah SWT.



Allah maha pengampun, Allah maha bijaksana yang selalu memberi peluang kepada hambanya untuk bertaubat sebelum pintu taubat tertutup, bagi orang yang sudah melakukan dosa dan orang tsb masih hidup tentunya masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukannya dan menyesali atas apa yang telah ia lakukan serta bercita-cita tidak ingin mengulangi lagi perbuatan dosa, Allah akan mengampuni dosa orang tsb.


Namun lain lagi hal bagi orang yang sudah meninggal, tentunya untuk kembali ke dunia itu sungguh tidak mungkin, lalu bagaimana orang tsb supaya jauh dari api neraka,? 
Rasulullah menjawab dan mejelaskan ini semua dalam sabda-Nya yang artinya: "Barang siapa berkehendak ia bahwa membayar hutang dan membeli dirinya daripada api neraka maka hendak ia memberi akan dua belas ribu dirham", maka berkata segala sahabat 'ya Rasulullah barang siapa tiada memiliki akan dua belas ribu dirham betapa demikian?', maka Rasulullah menjawab "maka hendaklah ia membaca dua belas ribu kali Qul huwallahu ahad Allahus shamad lam yalid walam yulad walam yakunlahu kufuwan ahad".



(Sahabatku yang dikasihi Allah, kami mohon maaf atas penulisan ayat dengan bahasan latin).
Nah... dari hadits diatas dapat dipahami bahwa Allah masih memberi kesempatan sebelum kiamat tiba.


Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Barang siapa membaca Qul huwallahu ahad ...(surat Al-Ikhlas) dua belas ribu kali atau sepuluh ribu kali niscahya memerdekakan akan dia dari api neraka," Hadits itu telah sungguh-sungguh mengi'timadkan (memegang) oleh para ulama ahli Makkah, Madinah, Mesir Syam, Yaman, dan lain-lainnya maka para ulama tersebut membaca SHAMADIH bagi mayat atau almarhum sepuluh ribu kali atau dua belas ribu kali dan para tsb tiada membaca TAHLIL karena tiada datang tentang Tahlil dengan Hadits yang Shahih tetapi dengan ijtihad ulama sufi yaitu membaca "LAILAHALLALLAH" tujuh puluh ribu kali dan kaifiyatnya (caranya) beramal dengan THARIQATH SAMADIYAH seperti yang telah tersebut didalam kitab HIDAYATUS SABIL karangan dari  'Arif billah Quthbi Zzamani Habib Hasan Bin 'Abdullah Haddad,

Maka jika seseorang itu belum mempunyai Thariqath Shadiyah yang di ijazah oleh gurunya yang ahli salsilah Thariqath maka amalan mereka akan terkatung-katung baina Ssama' Wal Ar, antara langit dan bumi.
Caranya: 
1. Istighfar 3X
2. Shalawat 3X
3. Alfatihah kepada Rasulullah, Al dan Sahabat-Nya, kemudian kepada mayat atau almarhum (ruh pulan bin pulan).
4. Membaca istighfar kamilah
5. Shalawat (nabiyyil ummiyyi)
6. Membaca Surat Al-Ikhlash dua belas ribu kali atau sepuluh ribu kali.
7. Tahlil tujuh puluh ribu kali.
8. Doa serah pahala kepada almarhum.

(Jika ingin beramal maka harus menerima ijazah Thariqath Shamadiyah pada Ahli Salsilah Thariqath).
Sahabatku yang dirahmati Allah SWT..


Di Aceh pada umumnya, masyarakat sudah tau bagaimana pelaksanaan dan tertib Shamadiyah, biasanya masyarakat meminta pertolongan dari Teungku (Ustad) untuk melakukan Shamadiyah kepada almarhum yang sudah meninggal, ada juga masyarakat yang lansung meminta pertolongan kepada Dayah untuk bershamadiyah, terutama sekali pihak keluarga almarhum yang lansung meminta pertolongan untuk melakukan Shamadiyah kepada almarhum, pada ghalibnya Pihak keluarga meminta kepada Tengku untuk melaksakan Pembayaran Kifarah kemudian Shamadiyah, alhasil, membutuhkan waktu 4 atau 5 jam bahkan 6 jam untuk selesai acara keduanya. Dan dilakukan kegiatan ini minimal 44 orang maksimal 60 orang.


Jadi bagi masyarakat di Aceh memilih Dayah sebagai pelaksana kegiatan ini dikarenakan mudah dikumpul jumlah orang berapa pun yang dibutuhkan pihak keluarga, kegiatan melakukan Pemberian Kafarah dan Shamadiyah serta Tahlilan sudah tentunya membutuhkan biaya, atau biasa disebut upah orang yang melakukan kegiatan tersebut dan juga untuk beras yang akan dibagi untuk Kafarah (mempunyai cara tersendiri dalam hal melaksanakan Kifarah).


Upah atau Shadaqah untuk mereka yang melakukan kegiatan tersebut terserah kepada pihak keluarga atau siapa saja yang berwewenang terhadap almarhum. Biasanya berkisar antara 8-12 juta, itupun tergantung kepada pihak ahli waris si almarhum. Jika ia miskin maka disiapkan saja kewajiban bagi keperluan Kacafah, Shamadiyah dan Tahlil.


Di dayah kami misalnya, sudah terbiasa menerim tawaran tersebut untuk membantu masyarakat sekaligus membuat almarhum.


Sahabatku yang dikasihi Allah SWT..

Hanya ini dahulu yang mampu kami paparkan sebagai bahan ilmu agar kita mau selalu mendekatkan diri kepada Allah, dan bagi mereka yang tidak lagi mempunyai ayah atau ibunya, ini kesempatan terbaik untuk berbuat amalan kebaikan kepada kedua orang tua, semoga mereka yang sudah kembali ke pangkuan Ilahi ditempatkan disisi-Nya, dan terlepas dari siksaan api neraka.
Guru kami berpesan: "Jangan biarkan orang tuamu disiksaa disana, sedangkan engkau berhura-hura dengan harta yang miliki, betapa sakit ketika engkau dilahirkan?, pernahkah mereka meminta balasan budinya?, sungguh tidak sanggup kita memikirkan akan hal itu, maka jika engkau sudah mempunyai sedikit harta atau uang gunakanlah untuk menebus dosa orang tuamu melalui membayar hutang orang tuamu jika itu ada, memberi kifarah, Shamadiyah, dan Tahlil, akan tetapi andai engkau mampu melakukan sendiri terhadap itu semua itu lebih baik."


Wallahualam bisshawab.

Jika ada kekeliruan dalam penulisan mohon diperbaiki dan diperbanyak maaf.
Allah yang maha benar...

Semoga kita dan orang tua kita di tempatkan dalam Surga Jannatun Na'im..
Aamiin