Senin, 15 Desember 2014

RUKUN ISLAM




fauzulfata.com/Dayah Fauzul Fata


Rukun Islam & Penjelasannya.

Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khattab ra. Berkata :

"Saya mendengar Rasulullah bersabda: *Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan Ramadhan*" (HR. Bukhari dan Muslim)


Penjelasannya:

Abu Abbas Al-Qurtubi berkata: "Lima hal tersebut menjadi asas agama Islam dan landasan tegaknya Islam". Lima hal tersebut diatas disebut secara khusus tanpa menyebutkan Jihad. Padahal jihad adalah membela agama dan mengalahkan penentang-penentang yang kafir, karena kelima hal tersebut merupakan kewajiban yang abadi, sedangkan jihad merupakan salah satu fardhu kifayah, sehingga pada saat tertentu bisa menjadi tidak wajib.

Pada beberapa riwayat disebutkan, Haji lebih dahulu dari Puasa Ramadhan. Hal ini adalah keraguan perawi Hadits. (Wallahu A'lam).

Imam Nawawy dalam mensyarah Hadits ini berkata: "Demikian dalam riwayat ini, Haji disebutkan lebih dahulu dari puasa. Hal ini sekedar tertib dalam menyebutkan, bukan dalam hal hukumnya, karena puasa Ramadhan diwajibkan sebelum kewajiban haji. Dalam riwayat lain disebutkan puasa disebutkan lebih dahulu daripada haji".

Oleh karena itu, Ibnu Umar ketika mendengar seseorang mendahulukan menyebut haji daripada puasa, ia melarangnya lalu ia mendahulukan menyebut puasa daripada haji. Ia berkata: "Begitulah yang aku dengar dari Rasulullah".


Pada salah satu riwayat Ibnu 'Umar disebutkan "Islam didirikan atas pengakuan bahwa engkau menyembah Allah dan mengingkari sesembahan selain-Nya dan melaksakan Shalat ...". Pada riwayat lain disebutkan : seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu 'Umar, "Bolehkah kami berperang," Ia menjawab: "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Islam didirikan atas lima hal ....". Hadits ini merupakan dasar yang utama guna mengetahui agama dan apa yang menjadi landasannya. Hadits ini telah mencakup apa yang menjadi rukun-rukun agama.

Semoga sahabat Al-Fata paham akan penjelasan Hadits ini, dan jangan terpengaruh bila ada yang mengatakan Jihad itu rukun-rukun Islam karena isu itu merupakan propaganda yang meruntuhkan Iman kita kepada apa yang telah kita pahami dari Ulama kita dahulu, sekarang sudah cukup banyak pemahaman yang datang dalam masyarakat yang memasukkan gambaran pemahaman yang menjeremuskan kekufuran seseorang. Oleh karena itu berhati-hatilah, dan jangan lupa lansung bertanya kepada Ulama terdekat yang memang kita sudah mengenal Ulama tersebut.


Semoga Allah memelihara kita dari kemusyrikan dan menguatkan Iman kita kepada Allah SWT. Senantiasa kita selalu berhukum dengan Ahli Sunnah Waljama'ah.
Aamiin

Minggu, 14 Desember 2014

AZAB ALLAH SWT KETIKA HAMBA TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT




fauzulfata.com

AZAB ALLAH SWT KETIKA HAMBA TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT

Wahai Sahabat Al-Fata yang dirahmati Allah SWT,

Mari kita Simak Sabda Rasulullah SAW :

وقال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : من صلّى الصبحَ فى جماعةٍ اربعينَ يوماً لمْ يفُتْهُ ركعةً واحدة كُتِبَ براءةً من النار والنفاقِ.

Dan telah bersabda Rasulullah SAW: “Barang siapa sembahyang Shubuh dengan berjamaah empat puluh hari tiada hilang dalamnya suatu raka’at, maka disuratkan oleh Allah SWT, bagi orang itu lepas daripada Api Neraka dan lepas daripada Munafiq”.

Dan juga diriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Barang siapa Shalat Shubuh pada Hal ia berjama’ah kemudian maka duduk menyebut-nyebut zikir Allah SWT, hingga naik matahari maka disuratkan oleh Allah baginya pahala Hajji serta pahala ‘umrah sempurna keduanya”.

Rasulullah juga menceritakan tentang pahala Shalat 5 (lima) waktu yang dibuat oleh Allah SWT, di dalam Syurga akan mahligai daripada emas dan perak. Dan Rasulullah bersabda :
“Adalah Sembahyang 5 (lima) waktu seumpama sungai yang mengalir ia dihadapan pintu seseorang daripada kamu maka menjadilah kamu tiap-tiap hari lima kali maka hilanglah segala dakinya (kotoran badan) pada taubat mereka, maka sembah Sahabat: tiadalah tinggal daki pada tubuh mereka itu?. Maka Sabda Rasulullah : Demikianlah Sembahyang lima waktu yang sempurna itu membasuhkan segala dausanya”.

Barang siapa memeliharakan air Sembahyangnya itu sebenar-benar atasnya maka diharamkan oleh Allah SWT tubuhnya daripada api Neraka. Diriwayatkan dari Anas r.a adalah ruh Rasulullah pada ketika berwasiat ada pada dada-Nya, “Aku wasiatkan kepadamu barang mana kamu jangan pernah meninggalkan Shalat”, maka senantiasa selalu wasiat itu dengan menyuruh Sembahyang hingga putus kalam-Nya.

Sabda Rasulullah SAW, :
اذا تَرَكَ العَبْدُ فرضاً واحداً كُتِبَ اسْمُهُ على باب النارِ.

Artinya:
“Apabila meninggalkan seorang hamba akan satu Shalat Fardhu, niscahya dituliskan namanya di pintu Neraka”.

Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a berkata ia Aku mendengar sabda Rasulullah SAW, “Bermula orang yang meninggalkan Sembahyang itu bahwa sanya berkata ia tiada baginya pada Islam dan tiada terima Allah SWT, tauhidnya dan imannya dan Sadaqahnya, dan Puasanya dan syahadatnya, telah lepaslah Allah ta’ala daripadanya”.

Dan juga Bersabda Rasulullah SAW, “Bermula orang yang meninggalkan Shalat padahal sehat badannya maka tiada dilihat oleh Allah Ta’ala kepadanya dengan Lihat rahmat, dan baginya itu azab yang amat sakit melainkan bahwa ia taubat daripadanya.
Wahai Sahabatqu yang diberkahi Allah SWT.

Semoga kita dapat menjalankan perintah Allah Ta’ala, agar kita mendapat rahmat disisi-Nya layak dengan amalan kita di tempatkan kita dalam Syurga dan dijauhi akan azab api Neraka.
aamiin