Sabtu, 31 Januari 2015

MEMBUNGKUS NASI UNTUK ANAK YATIM



Persediaan yang cukup pada Tahun ini, para Santri sedang membungkus nasi dan kuah untuk di bagikan kepada Anak Yatim dan fakir miskin, mereka terdiri dari berbagai desa di sekitar dayah atau dalam kawasan kecamatan Batee.

Walau kelihatan sederhana namun dayah akan mengusahakan setiap Tahun ketika Maulid datang untuk persediaan Khanduri Anak Yatim dan Anak Fakir Miskin, 




Alhamdulillah sudah memadai.
Ya Rasulullah.... kami sudah melaksanakan tugas kami untuk anak-Mu, mereka yang tidak mempunyai ayah atau ibu.

Semoga tahun depan kami bisa menyediakan makanan untuk 1000 lebih anak yatim .aamiin


BUNGANYA FAUZUL FATA


Pagi itu di hari Maulid Nabi tepatnya di lokasi komplek Santriwati kelihatan sedikit berbeda, yang mana biasanya santriwati kelihatan berpakaian serba campuran akan tetapi lain dengan hari Maulid, mereka bersepakat memakai batik seragam menurut kelasnya masing - masing.

Sejenak terpandang dan kemudian diabaikan sebagai kenangan walaupun tidak semua santriwati yang hadir, mungkin disebabkan kesibukan beraktivitas Maulid tidak sempat berphoto.
Mereka terlihat senyam senyum tatkala di photo, mungkin disebabkan tidak terbiasa di photo.
Bunga Dayah Fauzul Fata yang sedang mekar dan mewangi yang menjadi calon penghuni syurga, aamiin.

Semoga Santriwati semakin tahun semakin bertambah.

Selasa, 27 Januari 2015

PEMBAGIAN NASI UNTUK 600 ANAK YATIM DAN FAKIR MISKIN


Setiap tahun pada acara khanduri maulid Nabi Dayah Fauzul Fata mengbagikan Nasi berkuah daging kambing kepada anak Yatim dan Anak Fakir miskin dengan jumlah 600 orang, pada kesempatan kali ini juga tidak luput, alhamdulillah kemudahan Allah ada, dan siap di bagikan kepada yang menerima.

Anak yatim dan Anak Fakir Miskin sudah siap mengantri di bawah teriknya metahari, maklum saja pihak dayah belum mempunyai tempat yang bisa menampung sejumlah 600 orang di dalam bangunan, namun demikian anak-anak tersebut dengan rapinya mengantri dan yang paling senang ketika kita melihat anak-anak tersebut cara mengantri dan tidak pernah ribut.



 Dengan berkat merekalah Khanduri Maulid berjalan lancar dan alhamdulillah setiap tahun Allah memberi rizki yang cukup malah terkadang lebih ketika keperluan acara khanduri, semenjak Dayah Fauzul Fata ini berdiri bila Khanduri Maulid selalu di sediakan untuk sejumlah 600 anak Yatim dan Anak Fakir Miskin.



Terima kasih kami kepada Penyumbang dana, Barang dan lainnya, semoga Allah melimpahkan fahala yang melimpah kepada penyumbang semua .
Aamiin.

MALAM TIDAK MENGELUH


 Sebagian santri Teungeuh cang boh panah Untuk digunakan ke dalam kuah sie kameng, mereka juga ikut membantu demi kelancaran proses persiapan besok di Hari Acara, sambil bercanda-canda juga selesai ahirnya cang boh panah, biasanya orang aceh kalau berkata "Rayeuk that cang boh panah" itu kata sindiran bagi orang yang berbicara banyak tapi perbuatannya tidak ada. heheh


Ada juga yang tugasnya menghiris jeruk nipis dan buah gantang, termasuk juga alat untuk masakan sie kameng yang akan di masak oleh seksi masakan atau seksi dapur.



ini bagian dalam kambing, tak banyak orang yang mau membersihkan bagian ini, hehe mungkin karena baunya yang sedikit harum berbau khep hingga para santri banyak yang tidak mau membersihkan.

mungkin butuh penutup mulut bila ingin membersihkan bagian dalam kambing, apalagi sesudah direbuh, baunya anda bisa merasakan, namun setelah dimasak enaknya terasa di mulut. hemmm

MALAM YANG LELAH



Dengan keikhlasan dan kedisplinan merupakan ciri khas dayah yang akan menyukseskan apapun yang akan dikerjakan, katakanlah seperti malam acara sembelihan kambing, disini sangat dibutuhkan Koordinator yang tepat dan pekerja yang ikhlas demi terbentuknya sebuah kecepatan, kerapian dalam menyelesaikan suatu permasalahan.


Malam larut itu tidak jadi masalah bagi Santri Dayah Fauzul Fata untuk melaksakan tugas demi suksesnya acara maulid Nabi.

MALAM YANG CAPEK



Persiapan Kambing untuk Khanduri Maulid dengan jumlah 10 ekor, Pada malam Acara semua Kambing di sembelih, mulai jam 00:00 sampai jam 03:30 sudah tuntas masalah sembelihan (Seumeusie Kameng) dan alhamdulillah berjalan dengan lancar.


 Pada malam acara sembelihan Kambing juga di masak satu kambing untuk para pekerja sebagai santapan malam pekerjaan.
Pada malam ini turut juga di bantu oleh Alumni yang berasal dari Kuala Bakong, Patek Kec. Sampoineit, Aceh Jaya Beliau merupakan Pimpinan salah satu dayah di Sana.


Selasa, 20 Januari 2015

HASIL RAPAT MAULID




Hasil Rapat Maulid Nabi malam Senin, 19/01/2015

Kemampuan Target
1. Hidangan dari santriwan dan santriwati :
a. Nasi Ayan : 64 Ayan
b. Nasi Rantang : 64 Rantang
[Target 1 ayan 16 orang yang makan, jadi 16 X 64 = 1.024 orang. Target 1 Rantang 6 orang, jadi 6 X 64 = 384. Target beras 10 sak, target 1 sak 72 orang, jadi 72 X 10 = 720 orang, maka hasil jumlah target kemampuan dengan jumlah 1.024 + 384 + 720 =  2. 128 orang. ]

2. Dana 
  a. Dana sumbangan Santri, Alumni, dan Hamba Allah dengan jumlah Rp. 12.000.000-,.
  b. Ditambah 10 kambing, target harga kambing Rp. 1.200.000-
       1.200.000 X 10 = 12.000.000-,
{Alhasil; jumlah dana dan barang Rp. 24.000.000-,}

3. Undangan
    a. Santri, Wali Murid, dan Majlis Ta'lim dengan jumlah 1.326 orang.
   b. Tamu undangan dengan jumlah 789 orang
[ jumlah terget baik para undangan yang di kasih undangan atau tidak di kasih undangan 2.115 orang ].

Alhamdulillah mencapai target, semoga mencukupi dan memadai, terutama untuk anak-anak kecil yang dibawah umur 12 tahun di sediakan untuk 600 orang.
Kami atas nama Pimpinan, Pengurus, Dewan Guru, dan Santri mengucapkan ribuan terimakasih kepada Hamba Allah yang telah membantu, menyumbang, dan menyuseskan Acara Maulid Nabi di Dayah Fauzul Fata. Allah SWT yang akan membalas semua amal baik yang telah anda lakukan, dengan ikhlas Allah akan menempatkan anda dalam Surga Jannatul Ma'wa..aamiin



Ttd. SEKJEN dan BENDUM


Minggu, 18 Januari 2015

RAPAT MAULID


Assalamu'alaikum Wr. Wb
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami beritahukan kepada seluruh Pengurus, Guru, dan Santri Aliyah untuk dapat hadir pada Rapat Maulid:
Malam, Tgl          : Senin, 19/01/2015
Waktu                  :  Jam 20:15 Wib
Tempat                : Balai Riyadhah, Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie

Atas kehadiran, keikutsertaan semuanya kami ucapkan terimakasih.
Ttd. SEKJEN

Jumat, 16 Januari 2015

PROSES PEMBANGUNAN AULA




Pembanguna Aula Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.




Bangunan Aula Dayah ini dibangun pada Bulan Ramadhan di Tahun 1435 H. Batu pertama di letakkan oleh Pimpinan Dayah, dengan anggaran yang pertamanya sekitar Rp. 5.000.000,- dari kas Dayah, kemudian setelah 3 bulan berjalan pembangunan dialokasikan dana dari sumbangan masyarakat setempat sekitar Rp. 20.000.000,-. Alhamdulillah, Pembangunan Aula terus dijalankan.
Pada pertengahan tahun 2014, Badan Pembinaan Pendidikan Dayah - BPPD Aceh memberi bantuan untuk Pembangunan Lanjutan Aula Dayah dengan jumlah Rp. 130.000.000,- yang alhamdulillah dan insyaallah Pembangunan Aula akan selesai secara permanen yang diprediksi pada bulan 4 tahun 2015 nanti.

Dengan izin Allah SWT Bangunan Aula tersebut akan digunakan pada waktu pertama kalinya sesudah selesai untuk para peserta Mushabaqah Tilawatil Qur'an - MTQ tingkat Se-Dayah AL-FATA dibawah bimbingan Rabithah Alumni Dayah Ruhul Fata -RADAR Seulimuem.
Mohon doa dan dukungan agar pembangunan Aula cepat selesai.
Aamiin.

Kamis, 08 Januari 2015

WAHAI PARA PEMUDA SINGLE

Assalamu'alaikum Wr. Wb


Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan anugrah kepada Sahabat yang telah mengunjungi website Dayah kami, dan moga menjadi ilmu penyejuk jiwa kala hidup di dunia fana serta menjadi lampu penerang disaat gelap gulita bergelimbangnya  masalah yang kita hadapi, aamiin.

Pada kesempatan terbaik ini kami akan berbagi sedikit ilmu tentang Pernikahan, semoga bermanfaat hendaknya bagi setiap pembaca.

Sebelumnya mari kita kaji sebuah riwayat bagaimana para sahabat berbincang dengan Rasulullah SAW, Al-Qamah berkata: "Ketika aku bersama Abdullah Bin Mas'ud, tiba -tiba bertemu dengan Usman, lalu dipanggil: 'Ya Aba Abdirrahman, aku ada keperluan denganmu.' Lalu keduanya berbisik, Usman berkata: 'Ya Aba Abdirrahman, sukakah engkau aku kawinkan dengan gadis untuk mengingatkan kembali masa mudamu dahulu?.' Karena Abdullah bin Mas'ud tidak berhajat kawin, maka dia menunjuk kepadaku dan dipanggil: 'Ya Al-Qamah!' Maka aku datang kepadanya dan ia berkata: 'Jika engkau katakan begitu, maka Nabi SAW bersabda kepada kami: 'Hai para pemuda, siapa yang sanggup memikul tanggungjawab perkawinan, maka hendaklah kawin, dan barang siapa yang tidak sanggup, maka hendaklah ia berpuasa (menahan diri), karena itu lebih mampu menahan syahwat baginya."
(Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Kitab ke-68, Kitab Nikah bab ke-2, bab sabda Nabi, barang siapa diantara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah).

Luar biasa percakapan Rasulullah SAW dengan para sahabat, yang pada intinya perintah Rasulullah terhadap para pemuda yang sudah sanggup memikul tanggungjawab perkawinan maka Rasulullah memerintahkan mereka untuk kawin, kita pun tau dengan menikahi seorang perempuan maka akan terpelihara dari perbuatan maksiat yang menjadi dosa besar kepada Allah SWT, dalam hal ini, wahai para pemuda yang sudah sanggup memikul tanggungjawab dan mempunyai kesanggupan dalam pernikahan untuk membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, silahkan kawin dengan pujaan hatimu, ingat!, Pilihlah wanita yang shalehah yang akan berbakti kepada suaminya dengan tuntunan ilmunya, Sungguh pernikahan itu akan memberi kebahagian yang sangat kita impikan, bahagia di dunia dan bahagia di Akhirat.

Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada pemuda yang belum sanggup memikul tanggungjawab perkawinan untuk berpuasa dikarenakan dengan berpuasa menahan diri dari syahwat, kita bercita-cita untuk menikah walaupun belum mempunyai kesanggupan untuk menikah, dengan niat yang tulus itu maka Allah SWT akan memberi kemudahan untuk semua kebutuhan dalam pernikahan, Allah telah mentaqdirkan siapa istri kita, jadi jangan berkecil hati bagi pemuda yang memang belum sanggup untuk menikah, berikhtiar dan doa Allah SWT akan mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya. Kita perlu ingat bahwa Nikah itu merupakan Sunnah Rasulullah SAW, jadi barang siapa yang tidak mengikuti sunnah Rasulullah maka dia bukan ummat Rasulullah SAW, untuk bukti dan rujukan bahwa memang dianggap seperti demikian mari kita telaah sebuah Hadits.

Anas bin Malik ra, berkata: "Telah datang tiga orang ke rumah isteri Nabi SAW untuk menanyakan ibadah Nabi SAW, kemudian sesudah diberitahu, mereka menganggap amal Nabi sedikit, namun mereka berkata: 'Apalah kami jika dibandingkan dengan Nabi SAW yang telah diampuni segala dosa-Nya yang lalu dan yang akan datang.' Lalu yang satunya berkata: 'Aku akan bangun semalam suntuk untuk shalat selamanya.' Yang kedua berkata: 'Aku akan puasa selama hidup dan tidak akan berhenti.' Yang ketiga berkata: 'Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan kawin untuk selamanya.' Kemudian Nabi SAW datang dan bertanya kepada mereka: ' Benarkah kalian berkata begini dan begitu; ingatlah ! Demi Allah, Akulah yang lebih takut kepada Allah daripada kalian, dan lebih taqwa kepada Allah, tetapi aku puasa dan berbuka (tidak puasa), shalat malam dan tidur, dan aku pun kawin dengan wanita, maka siapa saja tidak suka kepada sunnahku, berarti bukan termasuk ummutku." (RH. Bukhari)

Rasulullah SAW seakan-akan marah kepada tiga orang yang berkunjung tsb, kita bisa membayangkan bagaimana perkataan Rasulullah ketika berkata "maka siapa saja tidak suka kepada sunnahku, berarti bukan termasuk ummatku". Takutilah wahai pemuda yang masih hidup sendiri dan sudah sanggup memikul tanggungjawab perkawinan, alangkah sedihnya bila patokan Nabi bahwa bukan termasuk ummat-Nya, kita hidup di Dunia ini hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, salah satunya adalah kawin, maka jangan sia-siakan umurmu wahai pemuda, teruslah berjuang untuk menikah bagi pemuda yang belum sanggup menikah, dan jangan tunggu lagi bagi pemuda yang sudah sanggup menikah, kawinlah karena itu sangat dicintai Rasulullah SAW.

Wahai sahabat Al-Fata yang di rahmati Allah SWT..
Persiapkan dirimu untuk menikah karena dengan menikahi seorang perempuan maka akan terpelihara dari perbuatan dosa dan kebahagian yang sangat mendalam bagi siapa saja yang sudah menikah karena dengan menikah kita saling berbagi keluh kesah, susah senang, sengsara bahagia dan pahala yang melimpah dalam hidup berumahtangga. Semoga dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW maka Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmat dan anugrah-Nya kepada kita semua...
Aamiin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Selasa, 06 Januari 2015

BERDESAKKAN


Meskipun tempat tidak begitu bagus namun para Anggota Majlis Ta'lim Alfatayat Dayah Fauzul Fata sangat menikmati hidangan makan yang telah di sediakan oleh Dayah, berdesakan memang, namun inilah kondisi tempat yang bisa di sediakan mengingat tidak ada tempat yang lain yang bisa menampung seluruh anggota Majlis Ta'lim Alfatayat Dayah Fauzul Fata.



Bangunan dua tingkat ini sebagai tempat pejamuan para Majlis Ta'lim, sebenarnya tempat ini adalah tempat Asrama Santriwati dan Ruang Belajar Santriwati yang di gunakan untuk Kelas III dan Ib. Bagi para Majlis Ta'lim yang sudah tua disediakan tempat ruang dibawah, lantai 1 dan bagi yang muda dan kuat disediakan tempat lantai 2, mengingat kaum hawa yang sudah tua tidak kuat lagi menaiki tangga maka yang sudah tua disediakan dibawah.


Ruang bawah, Lantai 1 atau Ruang belajar kelas Ib.



Sedangkan bagi Majlis Ta'lim yang dari kaum Adan di sediakan di Ruang belajar Santriwan atau Balai Pengajian, ini juga di karenakan tidak ada ruang khusus untuk pejamuan yang memang digunakan bagi setiap acara acara yang akan di lakukan di Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.



Penyediaan bagi para Jama'ah Majlis Ta'lim Alfatayat


KUNJUNGAN AL-MUKARRAM SYEIKH TGK. H. MUKHTAR LUTHFI BIN ABDUL WAHAB BIN ABBAS (ABON SEULIMUEM)


Kunjungan Pimpinan Dayah Rurul Fata Seulimuem Aceh Besar Al-Mukarram Tgk. H. Mukhtar Luthfi Bin Abdul Wahab Abbas (Abon Seulimuem) dalam rangka menghadiri acara Maulid Nabi pada tahun lalu.

AL-Mukarram Abon Seulimuem beserta dewan guru Dayah Ruhul Fata dan di dampingi oleh Anggota Rabithah Alumni Dayah Ruhul Fata (RADAR) sedang menikmati jamuan sambari berdiskusi dengan Pimpinan Dayah Fauzul Fata AL-Mukarram Tgk. H. Nasaie Bin Abdurrahman (Abi Neuheun) tentang situasi dan kondisi Dayah sekarang.

Abon Seulimuem merupakan Penasehat Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabutapaten Pidie Prov. Aceh, Indonesia, dan beliau juga adalah Guru Pimpinan Dayah Fauzul Fata.


Abi Neuheun bersalaman dengan gurunya Al Mukarram Abon Seulimuem ketika Abon ingin meninggalkan tempat Dayah Fauzul Fata



Santri Dayah Fauzul Fata sedang bersalaman dengan AL-Mukarram Abon Seulimuem.

Semoga dengan kehadiran Sang Guru besar AL-Mukarram Abon Seulimuem ke dayah Fauzul Fata menjadi berkah dan Rahmat yang melimpah di berikan Allah SWT, dan semoga santri Dayah Fauzul Fata semakin bertambah. aamiin

PACARAN ATAU ZINA




Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sahabatku yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini kita akan coba mengupas sedikit tentang Hukum Pacaran Menurut Islam, dimana ada kekhilafan mohon diperbaiki dan diperbanyak maaf, semoga menjadi Ilmu yang akan melindungi kita dari pada maksiat kepada Allah SWT.

Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara gamblang. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini.

Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.

Meskipun tidak dijelaskan secara gamblang, namun banyak sekali dalil yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk pelarangan aktifitas pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢ 

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra, 17 : 32)


Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu?

Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsur tersebut adalah dilarang. Termasuk aktifitas yang namanya "PACARAN".

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: "Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia
lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya." (HR. Al-Bukhari dan Imam
Muslim).
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur'an berikut:

"Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya."
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Imam Ahmad)

"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386)

"Demi Allah, tangan Rasulallah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meskipun dalam keadaan memba'iat. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." (HR. Al-Bukhari)

"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR. Malik, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Telah berkata Aisyah
r.a. "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai'atnya (mengambil janji) dengan perkataaan." (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah).

"Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram." (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

"Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat." (HR. Imam Ahmad)

Dari Jarir bin Abdullah
r.a. dikatakan: "Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku." (HR. Imam Muslim)

Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَدٖ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٣٢ 

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS. Al-Ahzab, 33 : 32)


Demikianlah yang dapat kami urai mengenai Pacaran dalam hukum Islam, semoga bermanfaat dan dapat menjaga pribadi kita supaya tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan dan membawa murka Allah, apapun yang kita inginkan, marilah kita lakukan dengan secara sah menurut Agama Islam sehingga jauh dari murka Allah, dan semoga dengan amalan yang benar menurut Allah dan Rasul, kita ditempatkan dalam surga jannatun ma'wa.
aamiin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Minggu, 04 Januari 2015

BELAJAR ILMU BELA DIRI





Santri Dayah Fauzul Fata sedang belajar Ilmu bela…: http://youtu.be/TCRqykTG824

Di Dayah Fauzul Fata merupakan tempat menimba Ilmu Pengetahuan Agama Islam, Ilmu dhahir dan bathin, bahkan di Dayah juga belajar tentang Ilmu Beladiri, belajar Ilmu beladiri ini memang tidak di masukkan dalam kurikulum pengajian, namun di waktu ruang atau ada celah sesudah belajar kitab kuning santri belajar Ilmu beladiri, dan belajar Ilmu Beladiri ini hanya bagi santri yang berminat.
Dengan belajar Ilmu beladiri maka santri bisa membela dirinya ketika berhadapan dengan orang jahat tatkala santri sudah pulang Gampong, dan juga ketika sedang masih di Dayah.

Sabtu, 03 Januari 2015

SIKSAAN KUBUR



Azab kubur

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan kepada kita semua sehingga masih bisa bertemu pada kesempatan kali ini, sahabatku yang dimuliakan Allah pada kali ini kita akan membahas tentang keterangan Azab kubur.

Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat beri’tiqad bahwa orang-orang kafir dan orang-orang beriman yang berbuat maksiat akan mendapat azab kubur dengan kehendak Allah. Yang dimaksud dengan kubur di sini adalah alam barzakh, bukan hanya kuburan saja. Disebutkan azab kubur, karena mengingat ghalib (kebiasaan). Keyakinan seperti ini sesuai dengan keterangan Ahmad al-Shawi, salah seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah bermazhab Maliki, yaitu :“Termasuk yang wajib mengimaninya adalah membenarkan azab kubur. Yang dimaksud dengan qubur adalah alam barzakh. Disandarkan kepada kubur, karena itu merupakan kebiasaan. Jika bukan karena mengingat kebiasaan, maka setiap mayat yang diiradah oleh Allah mengazabnya, Allah akan mengazabnya, baik dikubur atau tidak, meskipun dia telah dimakan oleh binatang atau telah terbakar ataupun telah diterbang di udara”.

Keterangan ulama lain mengenai azab kubur, antara lain : 
Imam an-Nawawi mengatakan : 
“Dalam bab ini (Bab Sunat Ta’auz dari Azab Kubur dan Azab Jahannam dari Kitab Shahih Muslim) dapat dipahami penetapan azab dan fitnah kubur. Ini adalah mazhab ahlul haq, khilaf dengan Mu’tazilah.”

Imam al-Ghazali, setelah menyebut i’tiqad adanya azab kubur sebagai pokok kepercayaan agama, beliau berkata : 
“Telah masyhur dari Rasulullah SAW dan Salaf al-Shalih tentang isti’azah (minta perlindungan dari azab kubur) dan itu memungkinkan, oleh karena itu, wajib membenarkannya.”5
Kewajiban mengi’tiqad adanya azab kubur ini karena banyak ayat al-Qur’an dan hadits mutawatir yang menjadi dalil penetapannya. Pengarang Syarah al-‘Aqidah al-Thahawiyah mengatakan : 
“Sesungguhnya hadits Rasulullah SAW mengenai penetapan azab kubur dan nikmatnya bagi ahlinya adalah mutawatir. Demikian juga pertanyaan dua malaikat (dalam kubur). Oleh karena itu, wajib mengi’tiqad penetapan azab kubur dan mengimaninya”




















(Gambar ilustrasi)

Al-Baihaqi, dalam Kitab Istbat ‘Azb al-Qabri telah mengumpulkan hadits-hadits yang menunjukan kepada adanya azab kubur yang diriwayat oleh tiga puluh sembilan sahabat Nabi. Tabi’in dan Tabi’ al-tabi’in yang meriwayat dari mereka melebihi dari jumlah para sahabat Nabi tersebut.

Dalil-dalil adanya azab kubur dalam al-Qur’an, antara lain :
Firman Allah Q.S. al-An’am : 93

وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آَيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

Artinya : "Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, Karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.(Q.S. al-An’am : 93)

Ini merupakan perkataan yang diajukan kepada mereka pada saat mati. Para malaikat mengabarkan bahwa pada saat itu orang-orang yang dhalim itu diberi pembalasan, berupa penyiksaan yang hina. Seandainya siksaan itu ditunda hingga kiamat tiba, sungguh tidak dikatakan : “Di hari ini kalian di balas”. Ibnu Abbas pada ketika menjelaskan ayat di atas, mengatakan : 
“Ini adalah pada ketika maut” 8

Firman Allah Q.S. al-Sajdah : 21

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya : "Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)".(Q.S. al-Sajdah : 21)

Firman Allah Q.S. Thaha : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Artinya : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta ".(Q.S. Thahaa : 124)

Berkata Jalalain : 
“Ditafsirkan مَعِيشَةً ضَنْكًا dalam hadits dengan azab orang kafir dalam kuburnya.

4.Firman Allah yang mengisahkan kaum Fir’un dalam Q. S. al-Mukmin : 46

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Artinya : "Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat) : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras (Q.S. Ghafir : 46)

Al-Qurthubi mengatakan :
“Jumhur ulama mengatakan bahwa penampakan neraka itu terjadi di alam barzakh”

Firman Allah yang mengisahkan kaum Nuh dalam Q.S. Nuh : 25

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا

Artinya : "Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka tenggelam lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.(Q.S. Nuh : 25)

Huruf ‘fa’ menunjukkan berurutan, maka masuk neraka tersebut sehabis tenggelam yang terjadi di alam barzakh, sebelum hari qiamat.

Hadits-hadits yang membicarakan tentang azab qubur, antara lain :
Hadits-hadits mengenai azab kubur adalah hadits ahad tetapi ia termasuk dalam mutawatir dari sudut makna, yaitu antara lain : 
Sabda Rasulullah SAW : 

إذا فرغ أحدكم من التشهد الآخر فليتعوذ بالله من أربع من عذاب جهنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن شر المسيح الدجال 

Artinya : "Apabila seseorang kamu telah selesai dari tasyahud akhir, maka hendaklah berlindung dengan Allah dari empat, yaitu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehiduapan dan kematian dan keburukan al-Masih al-Dajjal". (H.R. Muslim)11

Hadits riwayat Aisyah r.a., beliau berkata : 

دخلت على عجوزان من عجز يهود المدينة. فقالتا: إن أهل القبور يعذبون في قبورهم. قالت: فكذبتهما. ولم أنعم أن أصدقهما. فخرجتا. ودخل علي رسول الله صلى اله عليه وسلم فقلت له: يا رسول الله! إن عجوزين من عجز يهود المدينة دخلتا على. فزعمتا أن أهل القبور يعذبون في قبورهم. فقال "صدقتا. إنهم يعذبون عذابا تسمعه البهائم". قالت: فما رأيته، بعد، في صلاة، إلا يتعوذ من عذاب القبر.

Artinya : "Dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku. Keduanya berkata: penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Aku pun menganggap keduanya tidak benar. Aku merasa tidak senang membenarkan perkataan keduanya, kemudian keduanya keluar. Kemudian Rasulullah saw. datang menemuiku dan aku berkata: Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku, mereka meyakini bahwa penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Beliau menjawab: Mereka benar. Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh hewan ternak. Setelah itu aku lihat beliau selalu mohon perlindungan dari siksa kubur setiap salat". (H.R. Muslim) 12

Hadits riwayat Bukhari :

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ مِنْ كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَسْعَى بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ عُودًا رَطْبًا فَكَسَرَهُ بِاثْنَتَيْنِ ثُمَّ غَرَزَ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى قَبْرٍ ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Artinya : "Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan, beliau bersabda : “Sesungguhnya keduanya itu sedang diazab dan mereka berdua tidaklah diazab disebabkan dosa-dosa besar yang mereka lakukan tetapi disebabkan salah seorang mereka memecah belahkan masyarakat dengan adu domba dan salah seorang lagi tidak dapat menutup air kencingnya. Kemudian Rasulullah mengambil kayu gaharu yang belum kering dan membelah dua. Kemudian memancang keduanya pada kubur. Kemudian beliau bersabda : “mudah-mudahan meringankannya selama belum kering kedua kayu itu." (H.R. Bukhari)13

Berkata Aisyah r.a

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya : "Tidak pernah aku melihat Rasulullah SAW kecuali berdo’a berlindung dari azab qubur setelah shalatnya" (H.R. Bukahri)14

Sahabatku yang di rahmati Allah... Mari kita persiapkan bekal untuk keluasan di dalam kubur, hanya tiga perkara yang alkan bermanfaat bagi mayit di dalam kubur yaitu: Anak yang Shaleh, Sedeqah Jariyah, dan Amal yang bermanfaat, persiapkanlah sbelum kita di panggil oleh Allah SWT kembali kepada-Nya.

Wabillahi taufiq walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Jumat, 02 Januari 2015

MEMBAYAR HUTANG DAN MEMBELI DIRI DARI API NEREKA




Assalamu'alaikum Wr. Wb

Segala puji mustahaq bagi Allah, Allah yang Ahad, dan Salawat beserta salam kita persembahkan ke pangkuan Rasulullah dan atas keluarga-Nya, dan Sahabat-Nya yang mempunyai kelebihan disisi Allah SWT.

Wahai sahabatku yang di muliakan Allah...
Manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT dan ditempatkan di atas bumi yang fana ini hanya diperintahkan oleh Allah untuk 'Lita'buduun' supaya manusia itu menyembah Allah, oleh karena itu kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan kesilapan bahkan kita berani mengingkari perintah Allah, dalam artian kita luput selalu dalam menjalankan perintah-Nya, tamsilnya: kita sudah sangat sering meulur-ulurkan waktu untuk Shalat malahan sampai tidak menunaikan Shalat, perbuatan seperti ini sudah pasti kita berdosa kepada Allah, orang-orang yang sudah berdosa kepada-Nya tentu azab yang sangat pedih di dalam neraka, mulai dari dalam kubur disiksa sampai api neraka yang maha dahsyat panas akan dirasakan oleh orang yang sudah berdosa kepada Allah SWT.



Allah maha pengampun, Allah maha bijaksana yang selalu memberi peluang kepada hambanya untuk bertaubat sebelum pintu taubat tertutup, bagi orang yang sudah melakukan dosa dan orang tsb masih hidup tentunya masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukannya dan menyesali atas apa yang telah ia lakukan serta bercita-cita tidak ingin mengulangi lagi perbuatan dosa, Allah akan mengampuni dosa orang tsb.


Namun lain lagi hal bagi orang yang sudah meninggal, tentunya untuk kembali ke dunia itu sungguh tidak mungkin, lalu bagaimana orang tsb supaya jauh dari api neraka,? 
Rasulullah menjawab dan mejelaskan ini semua dalam sabda-Nya yang artinya: "Barang siapa berkehendak ia bahwa membayar hutang dan membeli dirinya daripada api neraka maka hendak ia memberi akan dua belas ribu dirham", maka berkata segala sahabat 'ya Rasulullah barang siapa tiada memiliki akan dua belas ribu dirham betapa demikian?', maka Rasulullah menjawab "maka hendaklah ia membaca dua belas ribu kali Qul huwallahu ahad Allahus shamad lam yalid walam yulad walam yakunlahu kufuwan ahad".



(Sahabatku yang dikasihi Allah, kami mohon maaf atas penulisan ayat dengan bahasan latin).
Nah... dari hadits diatas dapat dipahami bahwa Allah masih memberi kesempatan sebelum kiamat tiba.


Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Barang siapa membaca Qul huwallahu ahad ...(surat Al-Ikhlas) dua belas ribu kali atau sepuluh ribu kali niscahya memerdekakan akan dia dari api neraka," Hadits itu telah sungguh-sungguh mengi'timadkan (memegang) oleh para ulama ahli Makkah, Madinah, Mesir Syam, Yaman, dan lain-lainnya maka para ulama tersebut membaca SHAMADIH bagi mayat atau almarhum sepuluh ribu kali atau dua belas ribu kali dan para tsb tiada membaca TAHLIL karena tiada datang tentang Tahlil dengan Hadits yang Shahih tetapi dengan ijtihad ulama sufi yaitu membaca "LAILAHALLALLAH" tujuh puluh ribu kali dan kaifiyatnya (caranya) beramal dengan THARIQATH SAMADIYAH seperti yang telah tersebut didalam kitab HIDAYATUS SABIL karangan dari  'Arif billah Quthbi Zzamani Habib Hasan Bin 'Abdullah Haddad,

Maka jika seseorang itu belum mempunyai Thariqath Shadiyah yang di ijazah oleh gurunya yang ahli salsilah Thariqath maka amalan mereka akan terkatung-katung baina Ssama' Wal Ar, antara langit dan bumi.
Caranya: 
1. Istighfar 3X
2. Shalawat 3X
3. Alfatihah kepada Rasulullah, Al dan Sahabat-Nya, kemudian kepada mayat atau almarhum (ruh pulan bin pulan).
4. Membaca istighfar kamilah
5. Shalawat (nabiyyil ummiyyi)
6. Membaca Surat Al-Ikhlash dua belas ribu kali atau sepuluh ribu kali.
7. Tahlil tujuh puluh ribu kali.
8. Doa serah pahala kepada almarhum.

(Jika ingin beramal maka harus menerima ijazah Thariqath Shamadiyah pada Ahli Salsilah Thariqath).
Sahabatku yang dirahmati Allah SWT..


Di Aceh pada umumnya, masyarakat sudah tau bagaimana pelaksanaan dan tertib Shamadiyah, biasanya masyarakat meminta pertolongan dari Teungku (Ustad) untuk melakukan Shamadiyah kepada almarhum yang sudah meninggal, ada juga masyarakat yang lansung meminta pertolongan kepada Dayah untuk bershamadiyah, terutama sekali pihak keluarga almarhum yang lansung meminta pertolongan untuk melakukan Shamadiyah kepada almarhum, pada ghalibnya Pihak keluarga meminta kepada Tengku untuk melaksakan Pembayaran Kifarah kemudian Shamadiyah, alhasil, membutuhkan waktu 4 atau 5 jam bahkan 6 jam untuk selesai acara keduanya. Dan dilakukan kegiatan ini minimal 44 orang maksimal 60 orang.


Jadi bagi masyarakat di Aceh memilih Dayah sebagai pelaksana kegiatan ini dikarenakan mudah dikumpul jumlah orang berapa pun yang dibutuhkan pihak keluarga, kegiatan melakukan Pemberian Kafarah dan Shamadiyah serta Tahlilan sudah tentunya membutuhkan biaya, atau biasa disebut upah orang yang melakukan kegiatan tersebut dan juga untuk beras yang akan dibagi untuk Kafarah (mempunyai cara tersendiri dalam hal melaksanakan Kifarah).


Upah atau Shadaqah untuk mereka yang melakukan kegiatan tersebut terserah kepada pihak keluarga atau siapa saja yang berwewenang terhadap almarhum. Biasanya berkisar antara 8-12 juta, itupun tergantung kepada pihak ahli waris si almarhum. Jika ia miskin maka disiapkan saja kewajiban bagi keperluan Kacafah, Shamadiyah dan Tahlil.


Di dayah kami misalnya, sudah terbiasa menerim tawaran tersebut untuk membantu masyarakat sekaligus membuat almarhum.


Sahabatku yang dikasihi Allah SWT..

Hanya ini dahulu yang mampu kami paparkan sebagai bahan ilmu agar kita mau selalu mendekatkan diri kepada Allah, dan bagi mereka yang tidak lagi mempunyai ayah atau ibunya, ini kesempatan terbaik untuk berbuat amalan kebaikan kepada kedua orang tua, semoga mereka yang sudah kembali ke pangkuan Ilahi ditempatkan disisi-Nya, dan terlepas dari siksaan api neraka.
Guru kami berpesan: "Jangan biarkan orang tuamu disiksaa disana, sedangkan engkau berhura-hura dengan harta yang miliki, betapa sakit ketika engkau dilahirkan?, pernahkah mereka meminta balasan budinya?, sungguh tidak sanggup kita memikirkan akan hal itu, maka jika engkau sudah mempunyai sedikit harta atau uang gunakanlah untuk menebus dosa orang tuamu melalui membayar hutang orang tuamu jika itu ada, memberi kifarah, Shamadiyah, dan Tahlil, akan tetapi andai engkau mampu melakukan sendiri terhadap itu semua itu lebih baik."


Wallahualam bisshawab.

Jika ada kekeliruan dalam penulisan mohon diperbaiki dan diperbanyak maaf.
Allah yang maha benar...

Semoga kita dan orang tua kita di tempatkan dalam Surga Jannatun Na'im..
Aamiin