Minggu, 26 April 2015

RAPAT PERSIAPAN SAYEMBARA

Acara Mushabaqah Qiraatil Kutub, Muhadharah dan Ats-Tsaqafah antar Dayah Cabang Dayah Ruhul Fata Seulimuem Se-Provinsi Aceh yang ke V yang diselenggarakan oleh Rabithah Alumni Dayah Ruhul Fata (RADAR) Seulimuem mulai tanggal 07 - 13 Mei 2015 M bertempat di Dayah Fauzul Fata Gp. Neuheun Kec. Batee Kab. Pidie Prov. Aceh.

Acara tersebut sangatlah dekat oleh karena itu butuh persiapan yang matang dan memadai, pada malam Minggu, 26 April 2015 diadakan Rapat RADAR, PANITIA PELAKSANA Dari Dayah Fauzul Fata dan Tokoh Masyarakat untuk membahas kesiapan dalam mengevaluasi sejauh mana kenerja Panitia dalam melengkapi persiapan  Acara tersebut dan adapun agenda rapat malam ini adalah :
1. Persiapan Khanduri pada Malam pembukaan untuk jumlah tamu 2.500 orang
2. Persiapan Khanduri pada malam penutupan untuk tamu 3.500 orang
3. Kelengkapan Lapangan (Panggung, Tratak, Kursi, Penginapan Peserta, MCK)
4. Undangan (Umum, Tokoh dan Tak terduga)
5. Spanduk, Baliho, Umbul-Umbul, Tirai dan Papan Nama Peserta
6. Dll

Kesemuaan agenda rapat tuntas dan sudah nempunyai keputusan hasil rapat dengan rincian, Alhamdulillah lancar dan siap untuk dilaksanakan agar persiapan siap pada hari yang telah tentukan.

Tepat pada pukul 01:30 Wib rapat selesai. Pada rapat kali ini turut dihadiri oleh Abuwa Mukim Tgk. Ibrahim Tripa Pimpinan Dayah Ishlahul Fata, Ayah Utue Tgk. Syukri Pimpinan Dayah Irsyadul Fata, Abi Makam Tgk. H. Ramli Pimpinan Dayah Tanwirul Fata, Abi Lueng Putu Tgk. Abdurrahman Pimpinan Dayah Ikramul Fata, Walidi Bambong Tgk. H. Abdul Muthallib Husen, dan Sejumlah Pimpinan-Pimpinan Dayah Cabang Dayah Ruhul Fata beserta Anggota Radar.

Yang menjadi pembukaan rapat kali ini oleh Tgk. Ikhwani AL-Mushauwirda, S.Pd selaku Ketua Panitia Pelaksana kemudian Pencarahan Rapat di Pimpin oleh Pimpinan Dayah Fauzul Fata Tgk. H. Nasaie Bin Abdurrahman (Abi Neuheun) yang diikutsertakan pendapat demi pendapat serta solusi yang penuh teknisi secara detail oleh Forum Rapat.

Abi Neuheun berpesan dipenghujung rapat untuk seluruh Anggota Radar yang termasuk Alumni Dayah Ruhul Fata dan simpatisan yang setia agar dapat hadir pada acara pembukaan Mushabaqah serta pada acara Penutupannya. Undangan berbentuk seruan ini adalah undangan resmi mengingat keterbatasan informasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk nengundang secara surat undangan.

Wassalam

Senin, 20 April 2015

ISLAM ADALAH AGAMA UNIVERSAL





الحمد لله رب العالمين  وبه نستعين على امور الدنيا والدين , والصلاة والسلام على سيد المرسلين
وعلى اله وصحبه اجمعين
اشهد ان لا اله الا الله     واشهد ان محمدا عبده ورسوله. اما بعد

Segala Puji dan syukur kita persembahkan kehadharat Allah SWT yang telah menjadikan Islam secara Universal atau dengan kata lain Rahmatan Lil’alamin.

Selawat beriring salam mari kita sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW, beliaulah yang telah membawa ummat dari cengkraman Jahiliyah kepada alam yang penuh Rahmat bagi seluruh ummat manusia bahkan segala makhluk Allah lainya, inilah yang dikatakan Rahmatan Lil’alamin atau Sejahtera secara Universal.

Selawat beserta salam kita serahkan kepada para Al dan sahabat beliau sekalian yang telah membantu Rasulullah dengan tenaga, harta dan nyawa dalam memperjuangkan Islam di seluruh penjuru Dunia demi tercapainya Agama Islam yang mencakup seluruh alam semesta.

Hana tuweu cit Rahmat dan Sejahtra kita sampaikan kepada Para Ulama, baik itu ulama mutaqaddimin maupun Ulama Mutaakhirin, dan juga kepada para Ulama yang muktabar yang manteng na sidroe sapat teuk di ateuh permukaan Bumoe Allah sebagai Labang Donya dan Lampu penerang yang masih bercahaya menerangi Ummat dari gelapnya hiruk pikuk berbagai berbagai pemikiran barat dan timur yang menyimpang dari roh Islam.

Yang kami muliakan Guree kamoe Syaikhuna Al-Mukarram Abon, yang kami muliakan Guree kamoe Pengurus RADAR, yang kami muliakan Guree kamoe Abi Neuheun beserta dewan Guru, yang kami muliakan Guree kamoe Pimpinan-pimpinan Dayah cabang Dayah Ruhul Fata Seulimuem, yang kamoe muliakan Dewan Juri yang menjadi hakim pada malam yang berbahagia ini, dan yang kami banggakan kepada seluruh peserta Sayembara yang telah berhadir untuk mengikuti acara sampai selesai nantinya, juga tak lupa penghormatan kami kepada hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah SWT.

Hadirin kaumuslimin yang dirahmati Allah SWT…!!!
Allah SWT telah menciptakan kita pada akhir zaman ini sebagai manusia yang termasuk dalam Hamba yang beriman kepada Allah, dilahirkan sebagai Ummat Muslim dalam agama Islam tanpa harus mengkajinya terlebih dahulu, tanpa harus meneliti sudut agama sehingga kita mendapat agama yang sebenarnya yang patut kita anut, Syukur kepada Allah yang telah melahirkan kita dalam Agama Islam, yang Agama Islam ini Rahmatal lil’alamin, semua ciptaan Allah baik makhluk yang dapat dilihat dengan mata, baik itu makhluk hidup, baik itu makhluk yang mengakui Allah sebagai Tuhan atau tidak, yang namun Rahmatnya Islam termasuk bagi mereka. Karena Islam ini Universal. Nah pada kesempatan baik ini saya akan coba mengupas sedikit tentang “ISLAM AGAMA YANG UNIVERSAL”.

Para Jamaah sidang pendengar yang dimuliakan Allah..!!!

AGAMA ISLAM YANG UNIVERSAL, tentunya kita perlu mengetahui Istilah dari Universal, Universal ini berasal dari bahasa Inggris yaitu Univers yang mempunyai arti Alam semesta, Sedangkan Universal di dalam Al-Quran tentunya tidak tertulis dengan tersurat yang namun dengan secara tersirat banyak sekali disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu alam semesta, sekalian alam, seluruh alam, langit dan bumi, segala sesuatu dan sebagainya, yang jelas Universal ini mengandung makna yang luas dan menyeluruh, agama Islam yang bisa melewati batas waktu dan ruang, serta konteks budaya bisa berlaku kapanpun, dimanapun dan bagi siapapun.
Berkaitan dengan alam semesta mulai dari hal yang paling kecil sampai sesuatu yang paling besar, Al-Qur’an menerangkan debu-debu yang berterbangan, rintik-rintik hujan di awan, sumut-sumut yang kecil dan laba-laba  sampai kepada langit dan Bumi. Yang tak kalah penting di setiap ayat –ayat yang mengandung alam semesta tersebut disertai dengan anjuranya agar kita mengamati, memahami, berfikir dan memahami ciptaan alam semesta, beserta segala ciptaan Allah yang lainnya, Apakah engkau tidak memikirkannya : Berkatalah Allah Ta’ala : ...


Yang kesemuan itu menunjukkan hubungan Agama dan Alam semesta sangatlah dekat sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah telah memahami nilai-nilai Universal yang dikandung makna yang sama, berdasarkan dari hasil mempelajari alam semesta yang sama pula, sekalipun antara para Rasul justru tidak saling bertemu bahkan terpisah selama berabad-abad lamanya akan tetapi mereka saling membenarkan satu dengan yang lainnya.
Para Jamaah sidang pendengar yang dimuliakan Allah..!!!

Tentunya kita dapat memahami isi kandungan dalam Al-Qur’an dengan jelas bahwa setiap Rasul yang menyeru Ummat-Nya pada kali pertama dakwah untuk bertauhid kepada Allah, Beriman kepada Rasul, kepada Kitab dan seterusnya. Dan semua Agama yang mereka bawa walaupun nama Kitabnya berbeda-beda namun agamanya tetap satu yaitu Islam sperti yang kita dapatkan dalam AL-Qur’an, diantaranya seperti :

 وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ بَنِيهِ وَيَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٣٢ 
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya´qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam"

Pada hakikatnya Islam yang dibawa oleh Nabi Kita Muhammad SAW, adalah Islam yang berlaku semenjak Nabiyullah Adam hingga sampai akhir zaman. Dan Rasul-Rasul sebelum Nabi Muhammad mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Isa merupakan sebagai manzilah wakil daripada Nabi Muhammad SAW.

Para Jamaah sidang pendengar yang dimuliakan Allah..!!!
Kemudian setiap Ummat memiliki syariat yang berbeda-beda menurut Ummat tertentu dai zaman ke zaman, sesuai dengan keadaan, perkembangan waktu masing-masing, akan tetapi Aqidah Tauhid tetap bersifat Universl,.

Ringkasnya adalah Islam menunjukkan kepada tujuan yang satu yaitu bertauhid kepada Allah dengan jalan berbeda-beda yaitu syariat yang berfariasi, dikarenakan Allah yang bersifat Ahkamul Hakimin diserahkan satu syariat kepada satu Ummat  sesuai dengan Ummat itu sendiri.

Untuk Islam, Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW ini merupakan syariat thariqat dan hakikat yang menjuluki Islam Universal yaitu tanpa mengubah ketentuan Islam bahkan sampai hari Qiamat nanti.
Seluruh Agama hampir membenarkan adanya nilai Universal di alam semesta yang berasal dari Tuhan, misalnya di sebut dalam Universalisme, juga termasuk memulai segala pengajaran agama itu tentang keragaman kebaikan atau etika yang bersifat Universal akan tetapi yang ironisnya keburukan ini hanya berlaku secara persial yaitu sebahagian tidak utuh dan sebahagian jalan.

Contoh sederhana bisa kita saksikan tentang ke-esaan Tuhan dalam bertauhid adalah nilai bersifat Universal bahkan diakui oleh hampir setiap agama, Namun pada sebagian agama itu justru berlaku musyrik yakni menyekutukan Allah, diakui atau tidak itulah fakta yang sudah terjadi. Seperti Yahudi, yang sebagian Yahudi menyakini ketuhanannya ‘Uzir dan sebagiannya yang lain menyakini bahwa para malaikat adalah anak perempuan Allah. Dan seperti Nasara, yang mana mereka menyakini Isa sebagai Tuhan anak dan Maryam sebagai Tuhan Ibu, yang disebut dengan Trinitas Ketuhanan atau dengan kata lain Hakikat tiga dalam satu.

Ajaran islam  mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia yang berlaku di setiap tempat dan juga setiap masa. Islam merupakan agama yang memiliki keseimbangan orientasi hidup. Baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat nantinya . 

Universal Islam tertuang dalam akidah, syariah, dan akhlak, antara satu dengan yang lainnya memiliki hubungan  yang saling berkaitan yang nantinya akan  terfokus dan menuju pada keesaan Allah. Ajaran tauhid inilah yang menjadi inti awal dan akhir dari seluruh ajaran Islam.

Di samping itu, Islam merupakan hukum atau undang-undang yaitu syariah yang mengatur tata cara manusia dalam berhubungan dengan Allah yang disebut dengan vertikal dan hubungan antar sesama manusia yang katakan dengan horizontal. Di dalamnya mencakup dua bidang pembahasan, yaitu yang pertama bidang ibadah mahdah yang meliputi tata cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Yang Kedua, bidang ibadah ghair mahdah yang meliputi muamalat, munakahat, siyasat, jinayat, dan sebagainya. Sebagai standar dan ukuran dalam pelaksanaannya merujuk pada hukum yang lima yang disebut Ahkamul Khamsah, yaitu, wajib, haram, mubah, mandhub, dan makruh. Penerapan kelima hukum tersebut dalam kehidupan sehari-hari memiliki variasi dan pelaksanaannya bersifat fleksible melalui ijtihad yang disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman.

Seluruh ajaran tersebut, baik akidah maupun syariah dan akhlak, bertujuan membebaskan manusia dari berbagai belenggu penyakit mental-spiritual dan stagnasi berpikir, serta mengatur tingkah laku perbuatan manusia secara tertib agar tidak terjerumus ke lembah kehinaan dan keterbelakangan, sehingga tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat, ketiga aspek tersebut terlihat mendunia dan universalitas Islam dengan misinya sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. Sebagaimana rasulullah bersabda;

انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق

artinya ;hanya sanya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak, hadist bersifat keseluruhan islam mengatur akhlak dengan Allah SWT, mengatur akhlaq dengan sesama Islam, mengatur akhlaq muslim dengan non-muslim, bahkan termasuk juga akhlaq antara alam ghaib dan alam sekitarnya.Oleh karena itu benarlah Rasul diutus oleh Allah untuk Rahmatan Lil’alamin, seperti firman allah

 وماأسلنك الا رحمة للعالمين:

Artinya ; padahal tiada kami mengutusmu melainkan sebagai rahmad sekalian alam

Atas dasar itulah, muncul diktum Islam sebagai agama yang sempurna. Kesempurnaannya terlihat dalam ajaran-ajarannya yang bersifat universal dan fleksible yaitu luas dan luwes serta mengharuskan terciptanya keseimbangan hidup antara duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani. Sebab, kehidupan duniawi yang baik harus dijadikan media untuk mencapai kehidupan rohani yang baik. Sebaliknya, kehidupan rohani yang baik harus dijadikan media untuk memenuhi kehidupan jasmani yang baik, legal, dan halal serta di bawah ridha Allah. Oleh karena itu, Islam merupakan kekuatan hidup yang dinamis, juga merupakan suatu kode yang sesuai dan berdampingan dengan tabiat alam, dan merupakan kode yang meliputi segala aspek kehidupan insani. 

Salah satu ciri yang menonjol dalam konsep Islam adalah adanya prinsip keseimbangan  dan keharmonisan hidup. 

Islam adalah agama lahir dan batin, serta agama dunia dan akhirat. Keharmonisan ini karena Islam sesuai dengan bentuk dan jenis penciptaan alam raya yang menggambarkan keseimbangan, seperti yang diungkapkan Al-Quran dengan istilah Fithrah karena sifat fithrah itu sendiri adalah seimbang atau harmoni. Langit dan bumi adalah ciptaan Allah yang seimbang sehingga dapat terjadi harmoni di alam raya, seperti matahari, bulan, planet-planet yang menjadikan bumi berputar secara teratur dan melahirkan iklim dan cuaca yang seimbang sehingga layak dihuni manusia. 

Berbeda dengan agama lainnya yang memisahkan hidup manusia secara tegas bahwa agama hanya berkaitan dengan masalah penyembahan saja. Islam tidak hanya mengetengahkan urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat, negara, bahkan hubungan antar bangsa. 

Islam tidak membedakan ras, suku, dan bangsa. Ia diturunkan Allah untuk seluruh manusia dari bangsa dan golongan mana pun. Ajaran Islam mendorong lahirnya umat multiras, etnik, dan golongan, tetapi memiliki satu kebanggaan yang menyatukan semuanya. Ikatan yang memperkokoh kesatuan dirinya adalah tauhid. 

Umat Islam bukanlah kelompok yang tertutup atau ekslusif, tetapi kelompok yang sangat terbuka terhadap pihak lain bahkan terhadap perubahan-perubahan yang datang dari luar sepanjang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Ajaran Islam sangat adaptif terhadap budaya masyarakat, bahkan pada waktu tertentu dapat mengadopsi nilai-nilai budaya sebagai bagian dari ajaran Islam. Dengan demikian, umat Islam merupakan masyarakat yang terbuka dan dinamis serta selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi dasar pijakannya. 

Para Hadirin Sidang Pendengar yang dirahmati Allah SWT.

Oleh karena itu, Islam Agama Universal ini mencakup seluruh aspek kehiduan di alam semesta ini dan memberi yang terbaik bagi makhluk yang bernawung di alam jagat raya. Islam bukan Agama yang melarang hak – hak makhluk namun member hak-hak yang patut dan meluas. Hanya ini yang dapat saya sampaikan, 

Billahi Taufiq Walhidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.



Jumat, 10 April 2015

INGIN BERTEMU DENGAN ALLAH ?. MAKA LAKUKAKN DUA HAL





Mengapa Masyarakat Aceh Mudah Tertipu dengan Hal Yang Baru, dan mudah terpengaruh dengan berita yang belum pasti akan fakta dengan benar. Nah mari kita simak isi Khutbah Tgk. Ramli atau Sebutan akrab beliau adalah Waled menantu Tgk. H. Muhammad Zaini AL-Ishaqy Pimpinan Dayah Darul Islam Gampong Crueng Kecamatan Batee Kabupaten Pidie yang menjadi Khatib pembaca Khutbah di Mesjid Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Aceh.

Adapun Tema Khutbah Waled pada kali ini adalah “BERTEMU DENGAN ALLAH”. Dalam uraian isi Khutbah Khatib menjelaskan yang bahwa seorang hamba akan bertemu dengan Allah SWT bila mana hamba tersebut mampu melaksanakan 2 (dua) hal.
1. Melaksanakan Amalan-amalan yang Shaleh
2. Tidak Mensyarikat Allah dengan sesuatu apapun (syirik)

Waled memberi keterangan yang menjadi dalil bahwa seorang hamba akan bertemu dengan Allah dengan melakukan dua hal tersebut yang termaktub dalam Al-Qur’an Surat : Al-Kahfi Ayat 110 dipenghujung surat Al-Kahfi.

Sebagaimana Allah menyatakan dengan Firman-Nya :”Maka bartang siapa ia mengharap berjumpa dengan Tuhannya Maka hendak ia mengerjakan amal yang shaleh dan tidak mensyarikat ia dengan ibadah Rabbnya akan sesuatu”. 

Dari ayat tersebut Beliau menjelaskan yang pertama temntang amal-amal yang shaleh merupakan pembuktian seorang hamba dalam berubudiah kepada Allah SWT. Setiap Hamba mengapa merasa malas untuk beribadah, Contohnya:

Ketika seorang hamba sudah dipanggil untuk melakukan Shalat yang namun seorang hamba tersebut malah malas dan badannya merasa berat seakan-akan hamba itu sedang membawa beban dipundaknya dengan sangat berat, Waled menjelaskan dengan petikan dalam kitab dan juga mapu diterima oleh logika manusi, hamba yang merasa berat ketika mau Shalat ini diakibatkan karena dosa yang dipikulinya sangat banyak.

Manusia yang tak pernah Shalat maka dia akan merasa sangat berat untuk melakukan Shalat, malah untuk dia lebih memilih Pekerjaan yang berat ketimbang melakukan Shalat (mangat cah trieng niebak geujak Sembahyang).Red. Aceh

Dan bagi orang yang jarang melakukan Shalat maka dia juga akan merasa berat melakukan Shalat namun ketika dia sudah melakukan shalat maka dosa yang ada dipundak dam di kepalanya bahkan ditubuhnya sekalipun yang runtuh satu demi satu karena dengan Shalat doa hamba akan di hapuskan, kemudian hamba tersebut akan merasa ringan dalam melakukan Shalat seperti Hamba yang rajin Shalat. Bagi Hamba yang rajin shalat sungguh ringan badannya dalam melaksanakan Shalat bahkan segala amal yang shaleh sekalipun. Nah ketika kita sudah melakukan Amalan-amalan yang Shaleh maka Satu langkah sudah mendekatkan diri kehadapan Allah SWT.

Yang kedua, Waled menjelaskan bahwa Jangan mensyarikat Allah dengan apapun itu, Syirik ada dua, Syirik Kecil dan Syirik Besar. Adapun Syirik Besar adalah Menduakan Allah dengan sesuatu yang lain, ini berakibat hilangnya iman seorang hamba tersebut, dan yang sungguh kita satyangkan pada zaman ini dimana Bumi Serambi Mekkah sedang diujia oleh Allah SWT dengan berbagai macam bentuk.

Katakanlah seperti Pedangkalan Aqidah yang sudah marak dimasyarakat kita Aceh sekarang, Ada yang mengaku Seorang pendeta Besar Se-Asia yang masuk Islam, Muallaf Igusti Ilham yang secara terbuka berdakwah tentang misi-visi Misionaris yang terbongkar, seolah-olah dia dewa penyelamat ummat Islam yang membuka Rahasia Misi-visi Misionaris dalam mengkristenisasi Rakyat Aceh, Muallaf Igusti Ilham ini bak laksana Ulama yang muncul turun dari gunung dan begitu keramat di mata masyarakat Aceh, khusuhnya Pidie mungkin juga Bireun dan Kabupaten lain.

Data yang disampaikan Si Ilham di tempat berdakwah bahkan di setiap Toko foto copy sudah tersedia, Data yang tertulis antara lain 15b Pendeta yang berasal dari Kab. Pidie, ini sudah meresahakan masyarakat apalagi tentang masalah TUPERWARE yang di katakannya dibuat dari lemak Babi sehimngga hukumnya haram. Dengan demikian para Ibu-ibu di Pidie dan daerah lain terkadang sudah membakar atau membuang Produk Tuperware tersebut.

Kemudia Waled juga menerangkan bahwa ternyata Si Ilham ini adalah seorang bekas tukang Bakso yang pernah tinggal di Reubee dan Tangse anak dari Seorang tukang Kayu yang sudah menjadi penipu ulung dalam mencari uang, Menurut Korang Serambi yang diberitakan kemaren kata Waled, hasil Pers Pemuka Agama yang telah mengkaji siapa siIlham ini selama tiga tahun ternyata dia seorang Tukang Jual Bakso. Pada kesempatan yang singkat ini Waled juga meminta Pihak yang berwenang untuk menindak secara Hukum yang berlaku supayan tidak terjadi api yang membara dalam hati masyarakat dan ditakutkan masyarakat lepas kendali dan melakukan yang sungguh tidak kita inginkan secara bersama.

Nah... Sungguh sayang masyarakat kita yang mentah-mentah tertipu dan ditakutkan kepada kemusyrikan yang sangat tidak diharapkan bagi siapapun yang muslim, dalam kesempatan ini Waled menganjurkan bahwa bagi siapa saja dan dimana saja kita berada jka ada seorang yang mengaku dia sebagai muallaf maka mintalah Surat Keterangan dari KUA, kemudia dari Camat atau Surat dari Mukim karena itu merupakan persyaratan dari Undang-Undang.

Kemudian jangan mudah terpengaruh dengan ajakan yang bersifat baru, malah yang sangat disayang mengapa yang terpengaruh malah orang-orang yang sudah berilmu bahkan sudah digelar Teungku oleh masyarakat, ini sungguh sangat disayangkan.

Nah. Dalam menyikapi ini Waled, mengambil kesimpulan bahwa kita mapu melakukan mengerjakan Amala-amalan Shaleh dan tidak mensyirikan Allah maka kelak kita akan bertemu dengan Allah SWT. Aamiin

Jum’at 10/04/2015

Sabtu, 04 April 2015

SHALAT GERHANA BULAN



Santri Dayah Fauzul Fata melaksanakan Shalat Gerhana Bulan secara berjama'ah setelah Shalat Maghrib yang menjadi Imam adalah Pimpinan Dayah dan di ikuti oleh seluruh Dewan Guru.
Sesudah shalat Gerhana Imam lansung berdiri dan membaca khutbah, 2 (dua) rukun Khutbah merupakan keterikatan dengan Shalat Gerhana.

Dalam Khutbah Abi Pimpinan Dayah menerangkan yang bahwa Gerhana itu bukan suatu mala petaka atau bala melaikan salah satu Kekuasaan (Qudrah) Allah yang menjadi bukti bahwa Allah maha Kuasa. Kemudian Abi melanjutkan dengan petikan isi Hadist yang menjadi Nasehat dan Hukum Sunat bila kita melakukan pada ketika Gerhana tiba.

Rasulullah menganjurkan kepada Ummat untuk bersedeqah karena dengan bersedeqah kelak diyaumil akhirat akan mendapat Payung untuk menutupi dari teriknya matahai, dan Rasulullah juga menganjurkan untuk bertaubat Nasuha.

Taubat Nasuha ini merupakan taubat yang sebenarnya taubat yang tidak kembali lagi kepada maksiat, bila seseorang benar-benar melaksanakan Taubat Nasuha maka akan dianggap taubatnya Nasuha dia tidak akan pernah bercita-cita kembali kepada mengerjakan Maksiat kepada Allah SWT.

Dan juga dia harus menyesali segala perbuatan yang pernah dia lakukan sebelumnya, bila dausanya berkaitan dengan manusia maka dia diwajibkan melunasinya dan meminta maaf kepada orang yang pernah bersangkutan dengan dia. Dan menangislah ketika menyesali segala perbuatan dihadapan Allah SWT.

Dengan Taubat Nasuha maka seakan terlahir kembali laksana kertas putih yang tidak pernah tercoret titik hitam.  Hanya sebentar saja kesaksia Gerhana Kuasa Allah yang dapat kita jumpa maka lakukanlah sesuai Perintah Allah dan Rasul.

Bertaubatlah kita kepada Allah SWT, sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu bertaubat kita manusia itu sudah melakukan kesalahan dan ke khilafan kepada Allah SWT.
Semoga senantiasa Allah mengampuni kesalahan yang pernah kita lakukan dan layaknya Allah menempatkan kita kepada sebaik-baik tempat. Aamiin.

Kamis, 02 April 2015

SANTRIWATI SEDANG MENGIKUTI UJIAN





Ujian Semester I Tahun 2015 sudah berlansung 5 (lima) malam, dan malam ini merupakan malam yang ke 6 (enam).

Bagi Santriwati untuk malam Jum'at tanggal 02 April 2015 mengikuti Ujian Bacaan dan untuk Nama Kitab dikhususkan menurut kelas masing-masing. Dalam mengikuti Ujian para Santriwati tentunya sudah jauh hari mempersiapkan diri untuk bertempur di atas balainya masing-masing kelas.

Ada juga Santriwati yang berhalangan tidak bisa mengikuti Ujian, dan Pimpinan Dayah melalui Ka. Bidang Pengajian mengizinkan kepada Setiap Santri yang berhalangan dengan laporan orang tua Murid lansung ke Ka. Bidang Pengajian atau kepada Sekretariat Dayah dengan catatan mengikuti ujian ulang setelah sehat.

Para orang tua Murid antusias menyambut Ujian kali ini, dengan kehadiran pantauan atau kepedulian Wali Murid terhadap anaknya mengartikan bahwa kebanyakan orang tua murid sangat senang dengan adanya Ujian. Dengan adanya Ujian maka kualitas Santri semakin matang dan rajin dalam belajar.
Semoga semua santri Dayah Fauzul Fata dapat mengikuti Ujian dan mendapatkan Nilai yang memuaskan.

Àamiin

RAPAT PERSIAPAN MUSHAQAH TILAWATIL QUR'AN (MTQ) SE-DAYAH ACEH



Pada tanggal 17 Ra'jab 1436 H akan Berlansungnya Acara Mushabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Se-Dayah Aceh yang bertempat di Dayah Fauzu Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Aceh yang sudah terdaftar Dayah yang mengirim Utusan dalam berbagai perlombaan berumlah 35 Dayah dari berbagai Kabupaten/Kota Namun sebelum Acara MTQ berlasung pada Hari H maka Pimpinan, Pengurus, Dewan Guru Dayah Fauzul Fata, bersama Keuchik, Imam Menasah, Tokoh Masyarakat serta Tgk. Mukim mengadakan Rapat pada Malam Kamis tanggal 1 Mai 2015 di Balai Khasanah Komplek Santriwan Dayah Fauzul Fata dengan Agenda sebagai berikut :

1. Persiapan Nasi untuk Peserta, Pengawas dan tamu Undangan 
2. Persiapan Tempat dan Mimbar Utama MTQ
3. Khanduri Besar apakah pada Pembukaan Acara atau pada Penutup Acara
4. Persiapan Dana dan Sumbernya
5. Persiapan Air


Agenda Rapat Persiapan MTQ ini dipimpin lansung oleh Pimpinan Dayah, Dalam isi pembahasan Rapat maka kami dapat menyimpulkan bahwa:

1. Persiapan Nasi Untuk Peserta dan lainya, dalam hal ini mengingat biaya yang cukup besar untuk menyediakan Makanan bagi Peserta. Lebih kurang begini uraiannya: Jumlah Dayah yang sudah terdaftar sekarang 35 Dayah dengan utusan peserta 6 perdayah, 6X35: 210 maka MTQ akan Berlansung selama 7 hari/malam, dalam 1 hari 3 X hidangan, 3 X 7 : 63 Bungkus Nasi berarti 3 X 210 : 630 dalam sehari kemudian 630 X  7 : 4410 bungkus Nasi khusus untuk peserta. Ditambah lagi Nasi untuk Para Tamu pada Malam Pembukaan dan Pada malam penutupan, sedangkan pada malam penutupan bertambah semua Pimpinan Dayah Peserta Utusan dan semua Masyarakat Gampong Neuheun serta para tamu, ditaksirkan Jumlah keseluruhan mencapai 6.000 bungkus Nasi (bukan Nasi yang dibungkus namun taksiran perporsi makanan perbungkus perorang).

Nah, ini menjadi kendala yang Besar mengingat Dana yang dibutuhkan cukup besar maka Hasil pendapat Tgk. Keuchik bahwa Untuk Nasi akan ditanggung oleh masyarakat perKK 10 bungkus Nasi, Syukur Alhamdulillah, InsyaAllah akan cukup bahkan melebihi. (Hasil jajak pendapat Tgk. Khatib dan Keuchik).

Agenda ke 2:  Persiapan Tempat dan Mimbar utama, dalam masalah ini tidak terlalu berat rasanya ketika pendapat mengarah maka seluruh anggota rapat lansung sepakat, Hasilnya adalah Tempat akan direhab dan juga untuk Tenda akan di ambil di beberapa Gampong dengan sewaan, sedangkan untuk Mimbar Utama yang luasnya mencapai 14 M akan dibangun lansung dari Kayu dengan bahan yang sudah ada di Dayah serta memakai atap daun rumbia berbeda dengan ditempat lain yang mana mereka menyewa tratak untuk Mimbar Induk sebagai tempat aktifitas MTQ. Yang pasti untuk kali ini kelihatan unik dan khas keAcehan.

Agenda ke 3 : Persiapan khanduri Besar dilakukan pada malam penutupa karena pada malam tersebut akan berkumpul Peserta, Panitia, Dewan Juri, Tamu di undang dan tidak, Masyrakat serta Pimpinan Dayah - Dayah yg mengutus peserta MTQ. Khanduri akan dikurbankan 2 ekor Lembu, Alhamdulillah cukup.

Agenda yang ke 4 : Persiapan Dana dan Sumbernya, Suksesnya suatu acara disebabkan oleh dana disamping tenaga. Dana merupakan suatu hal yang sakral dalam masalah seperti ini, begitu juga dengan Acara MTQ yang besar membutuhkan Dana yang banyak, Pada kesempatan kali ini Bendahara MTQ menjelaskan Dana yang sudah masuk sekitar 70 juta ditambah dengan Dana yang masuk pada Bula Maret 2015 sekitar 20 juta, berarti dana yang sudah menjadi Kas sementara 90 juta sedangkan dana yang menjadi Anggaran 165 juta. 

Dana yang masuk tersebut merupakan Murni Sumbangan Hamba Allah dari Alumni, Simpatisan dan orang yang Peduli terhadap Dayah, jadi disini kami tegaskan sampai sekarang Belum ada dana masuk dari Bantuan Pemerintahan baik Kabupaten atau Provinsi. Dan Pimpian Dayah telah menyuruh kepada siapa saja yang peduli kepada Agama untuk meminta Sumbangan terlebih bagi yang menjadi anggota Rapat. Intinya siapa saja yang mempunyai sahabat atau semacamnya yang baik hati dan peduli pada agama maka. Sampaikan kepada mereka bahwa Dayah kita sedang membutuhkan Sumbangan agar sukses Acara yang Megah dan Mulia ini.


Serta Ucapan terima kasih kepada Hamba Allah yang telah menyumbang baik berupa Dana atau Barang.

Sedangkan Agenda ke 5 : tentang Persiapan Air, wajar masalah ini dimasukakan ke agenda Rapat karena tempat sumber air untuk Dayah Fauzul Fata agak cukup jauh mencapai 600 M lebih dengan memompa air memakai SANYO, yang diambil dari Sumur Besar 9 X 9 M. Untuk mengatasi kekurangan Air Tokoh Masyarakat bersepakan mengalirkan Air dari PAP Kecamatan yang jaraknya 2 Kilo Meter.

Akhirnya tuntaslah masalah Persiapan untuk sementara waktu dan untuk kedepan bila ada kendala dan perobahan maka akan diadakar Rapat Mendadak (RaDak).

Terima kasih kepada seluruh Masyarakat yang telah Membantu dan Memperdulikan mulai dari awal sampai akhirnya. Senantiasa Allah akan membantu kita semua dari segala hal.  Aamiin