Senin, 29 Desember 2014

BUKTI KELEBIHAN SADAQAH






Assalamu'alaikum Wr.Wb


Sahabatku yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan yang singkat ini kita akan mencoba mengupaskan tentang 'Bukti nyata kelebihan SADAQAH umurnya panjang'.


Kita sudah tahu sedikit banyaknya tentang kelebihan SADAQAH dan itu pun sudah menjadi keyakinan kita dalam kehidupan sehari - hari bahwa SADAQAH memang terbukti kelebihannya. Dan juga dengan bersedekah kelebihannya akan menjauhkan bala atau bencana baik secara personal maupun secara general.

Oleh karena itu, kelebihan SADAQAH juga umurnya seseorang bertambah, sebagai bukti mari kita simak Cerita di bawah ini:

Dikisahkan (kitab : Tafsir Jalalain dan Tambahku Ghafilin ) "bahwa seorang pemuda tampan masuk ke rumah Nabi Daud as, sambari memberi salam, sedangkan Malaikat Malik Maut berada dekat berhadapan dengan Nabi Daud as, kemudian Malik Maut pun berkata "Sesungguhnya umur pemuda ini tinggal enam hari lagi dan aku akan mengambil nyawanya," kemudia sesudah enam hari enam bulan pemuda tersebut belum jua meninggal, pada ketika itu datanglah Malik Maut mengunjungi Nabi Daud as, maka Nabi Daud pun bertanya kepada Malik Maut "Dulu engkau pernah berkata wahai Malik bahwa umur pemuda tersebut tinggal enam hari lagi akan tetapi kenapa pemuda itu masih hidup sedangkan waktu sudah enam bulan lebih?", lalu Malik Maut pun menjawabnya "Pemuda itu tatkala ia keluar dari rumah-Mu bertemu ia dengan seorang fakir kemudian ia bersedeqah kepada fakir tersebut, maka aku suratkan untuknya yang bahwa umurnya enam hari menjadi enam puluh tahun, dan sebelum ia sampai akan enam puluh tahun itu tiada kuambil akan nyanwanya".

Sahabat Al-Fataku yang dimuliakan Allah SWT.

Gambaran cerita diatas menunjukkan bahwa sebab bersedeqah umurnya diberkahi menjadi lebih, ini terbukti kelebihan sedeqah. Mungkin kita harus pelajari  terlebih dahulu bagaimana yang sepatutnya bersedeqah sehingga mendapat kelebihan dengan rahmat Allah, tentunya kita harus ketahui ketentuan cara bersedeqah yang benar dan tepat agar kelebihan sedeqah hendaknya kita memperoleh.


Salah satunya bersedeqah dengan ikhlas semata-mata karena Allah bukan kerena manusianya, dan bukan hal lain yang dapat merusak keikhlasan kala kita bersedeqah dan juga ketika kita bersedeqah kepada orang-orang yang memang berhak menerima sedeqah bukan kepada orang yang tidak berhak menerima sedeqah. Nah... mari kita perbaiki diri kita dengan memperbanyak sedeqah agar senantiasa kelebiha fadhilah sedeqah dapat kita gapai, baik di dunia maupun di akhirat kelak  nantinya..Aamiin

Wassalam

Sabtu, 27 Desember 2014

SIKSAAN BAGI ORANG YANG TIDAK MEMBERI ZAKAT



Assalamu'alaikum Wr. Wb

Salam mulia kepada sahabatku yang dirahmati Allah SWT, semoga pada kesempatan kali ini masih diberi umur berkah dalam 'ibadah dan rizki yang halal.


Pada kesempat kali ini kami coba uraikan sedikit tentang SIKSAAN ORANG YANG TIDAK MENUNAIKAN ZAKAT, dimana nantinya ada kekeliruan dalam penulisan mohon diperbaiki dan semoga menjadi bahan renungan kita dalam mengelola harta yang dititipkan oleh Allah kepada kita hanya buat sementara.


Sahabatku calon penghuni surga semua...

Allah SWT telah berfiman yang artinya: "Dan dirikan olehmu akan Shalat dan tunaikan olemu akan zakat". 
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita Shalat dan Zakat, jadi pada kesempatan kali ini kita membahas tentang zakat, sebagai mana kita tahu bahwa Allah akan menyertakan kepada hamba tiga perkara dengan tiga perkara maka sungguh tidak akan diterima oleh Allah salah satu daripada keduanya melainkan beserta keduanya: yang pertama, tiada diterima oleh Allah Shalat seseorang melainkan ia memberi zakat, yang kedua, tiada diterima saksi bagi Allah Ta'ala melainkan ia berbuat baik kepada kedua orang tuanya, dan yang ketiga, tiada diterima menuruti perkataan Allah melainkan menuruti perkataan Rasul-Nya. Dalam kesertaan tiga perkara ini perlu kita ambil point bahwa Allah Ta'ala tidak akan menerima Shalat seorang hamba kecuali hamba tersebut sudah menunaikan zakatnya, dari semenjak sudah ditaqlifkan hukum wajib mengerjakan Shalat kita lakukan Shalat sampai mati namun shalat itu tidak akan diterima bila tidak kita tunaikan zakat, jadi beruntung sangat bagi orang-orang yang sudah menunaikan zakat tatkala hartanya sudah sampai nisab (emas dua puluh misqal) untuk menunaikan zakat (setengah misqal).


Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa sudah memiliki nisab padahal ia tiada menunaikan zakat maka pada hari kiamat akan didatangi oleh beberapa ular yang matanya seperti api yang menyala-menyala, giginya dari besi kemudiak ular itu menggigit dari belakang orang tersebut dan ular itu berkata 'berikan olehmu akan kami tanganmu yang kikir itu' lalu orang itu pun lari terbirit-birit, dan ular juga terus menerus mengejarnya maka ular itu pun menggigit tangan orang yang kikir itu sampai tinggal tulang saja, kemudian Allah Ta'ala mengembalikan tangannya seperti semula, demikianlah terus menerus hingga dihadapkan kepada Allah Ta'ala, maka Allah menyuruh ia masuk neraka bersama dengan ular tersebut."


Rasulullah juga menggambarkan akan siksaan bagi orang yang mempunyai binatang ternak yang menjadi kewajiban zakat akan tetapi orang itu tidak menunaikan zakatnya, ini sabda-Nya : "Tiada daripada seorang yang memiliki nisab daripada kambing, lembu, dan unta padahal ia tidak memberi zakatnya kecuali semua binatang tersebut datang pada hari kiamat dengan bertanduk dari tanduk api neraka maka binatang-binatang itu menanduk orang yang tidak memberi zakat tersebut hingga jatuh ia kedalam neraka."  

Semua binatang milik orang yang tidak memberi zakat akan berubah di hari kiamat menjadi binatang yang ganas dan tanduknya menjelma menjadi tanduk api neraka kemudian binatang itu pun menanduk orang tersebut dengan sangat keras hingga jatuh kedalam neraka, ini siksaan bagi yang mempunyai harta berupa binatang namun ketika sudah mencukupi zakat malah ia kikir dan tidak mau menunaikan zakatnya.


Sungguh mulianya orang-orang yang pemurah dan mau memberi zakat dari hartanya kepada orang yang berhak menerima zakat tersebut, Rasulullah menjelaskan tentang orang-orang yang sudah menunaikan zakatnya dan orang-orang yang tidak menunaikan zakatnya akan ditulis namanya langit, didalam arti Sabda-nya: "Barang siapa menunaikan zakat secara sempurna dari hartanya maka dinamai orang tersebut pada langit pertama 'Kariman' dan pada langit yang kedua 'Jawadan' dan pada langit yang ketiga 'Muthi'an' dan pada langit yang keempat 'Barran' dan pada langit kelima 'Maqbulan' dan pada langit yang keenam 'Mahfudhan' dan pada langit yang ketujuh 'Maghfuran zunubuhu'. Dan barang siapa tidak menunaikan zakat dari hartanya maka dinamai orang tersebut pada langit pertama 'Bakhilan' dan pada langit kedua 'Laghiyan' dan pada langit yang ketiga 'Milkan' dan pada langit kempat 'Mughtanan' dan pada langit yang kelima 'Ashiyan' dan pada langit keenam 'Manzu'al barakati la yuhfadhu ma luhu fi barrin wa la fi bahrin' dan pada langit ketujuh 'Mathrudan' sembahyangnya tiada diterima oleh Allah SWT."

Wahai sahabatku yang dimuliakan Allah SWT, 

Sebagai hamba yang ta'at kepada pencipta yaitu Allah Ta'ala maka mari kita tunaikan kewajiban kita agar senantiasa Allah selalu memberi rahmat dan 'inayah-Nya kepada kita semua, dengan sudah mempunyai harta yang memang sudah mencukupi sebagai kewajiban zakat maka marilah kita salurkan kepada yang berhak, karena harta yang kita miliki di dunia ini bukan seutuhnya milik kita, namun harta kita itu juga milik fakir, miskin, inbu sabil, anak yatim, fi sabilillah, muallaf, gharim, dan amil....jika dikaji dengan hati nurani kita sendiri harta hanya titipan Allah buat kebutuhan hidup sementara ternyata ketika kita mati atau kembali kepangkuan Ilahi harta itu pasti menjadi bahan rebutan bagi anak-anak kita yang terkadang menjadi bala buat kita didalam kubur nantinya.


Semoga kita mampu menunaikan kewajiban sebagai hamba yang telah diperintahkan oleh Allah dan hendaknya kita ditempatkan di dalam surga Jannatun Na'im..aamiin

Selasa, 23 Desember 2014

SIKSAAN BAGI ORANG YANG MAKAN RIBA




Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabatqu seiman seagama yang dirahmati Allah SWT.


Pada kesempatan kali ini kami akan coba menguraikan tentang RIBA, kita sebagai umat Islam tentunya sudah tahu sangat tentang Riba, jadi kami ingin menguraikan hanya kepada masalah apa yang menjadi hukumnya riba dan apa ganjaran bagi orang yang makan riba.


Allah SWT, berfirman: (Ya ayyuhul lazina amanu la ta'kulur riba), Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman jangan engkau memakan riba". Ayat ini jelas-jelas Allah melarang keras kepada kita untuk makan riba, dan bila Allah sudah melarang tentunya ada ganjaran berupa siksaan bagi orang-orang yang sudah makan riba. Rasulullah telah bersabda pada malam mi'raj : "Aku mendengar suara diatas seperti suara gemuruh, tiba-tiba Aku lihat keatas dan lihat ada beberapa laki-laki perutnya besar seperti rumah, dan didalam perutnya ada beberpa ular dan kalajengking maka Aku bertanya kepada Jibrail, Siapa itu ya Jibrail?, maka Jibrail menjawab,'mereka itu orang-orang yang makan riba'."   
Maha kuasa Allah atas apa yang dikhendaki-Nya, itu penjelasan Rasulullah yang melihat kejadian itu tatkala Rasulullah mi'raj, siksaan yang berat bagi orang-orang yang makan riba.


Telah bersabda Rasulullah dalam Hadits yang lain yang artinya: "Barang siapa memakan riba satu dirham daripada riba maka serasa-rasa ia telah berzina dengan ibunya di Mesjidil Haram", Dan juga Rasulullah bersabda dengan menjelaskan hukuman riba dalam Hadits lain, yang artinya: "Telah dilaknatkan atas orang-orang yang makan riba, dan orang yang diberi makannya, dan orang yang menyuruhnya pun akan disiksa, dan juga disiksa yang meninggalkan zakat."  

Oleh karena itu bukan saja orang-orang yang makan riba yang disiksaa oleh Allah SWT, termasuk jua orang-orang yang diberi makan oleh dia akan mendapat siksaan yang amat pedih dan sengsara, kemudian juga berimbas siksaan kepada orang yang menyuruh dia untuk makan riba, orang-orang ini juga mendapat siksaan dari Allah SWT.


Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Selagi akan nyata (hadir) pada akhir zaman empat perkara: Pertama, orang yang mengambil riba. Dan yang kedua, orang yang berzina. Dan yang ketiga, orang yang membenarkan perkataan dusta. Dan yang keempat, orang yang menambah atau mengurangi sukatan dan timbangan, maka apabila sudah hadirlah yang demikian tersebut maka diturunkan oleh Allah SWT bala atas mereka itu amat panas."  

Rasulullah mengetahui apa yang akan terjadi makanya Rasululah berpesan kepada kita, jadi pertanyaannya adalah apakah keempat golongan tersebut sudah nyata atau sudah hadir dimasa kita ini, jika memang ini sudah nyata maka bala kemarau yang panas akan menerjang kita, oleh karena itu andai bala ini terjadi kita hanya menghilangkan empat perkara ini supaya Allah mencabut bala panas tersebut. Mari kita instropeksi diri masing-masing agar kita tahu bala atau bencana yang diturun oleh Allah karena kita sendiri yang mengundangnya maka bertaubatlah dengan segera agar Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua.


Dalam kitab tasawwuf Tanbihul Ghafilin Hlm. 14 karangan Abdullah bin Abdul Mubin yang bermazhab Syafi'iy (Ahlus Sunnah Waljama'ah) pada Tahun 1184 Hijriyah, Allah berfirman : Pada hari itu berdirilah segala manusia bagi Tuhan seru sekalian alam melainkan orang makan riba bahwa sanya orang yang makan riba itu berdiri dan duduk seperti kelakuan orang gila". Telah bersabdalah Rasulullah SAW yang artinya: "Barang siapa memakan riba maka dipenuhkan oleh Allah Ta'ala akan hatinya dengan api neraka dan senantiasa bagi yang mempunyai riba itu dalam murka Allah Ta'ala selama ada padanya satu Qirat pun".


Wahai sahabatqu yang dirahmati Allah SWT,

Apapung yang kita lakukan dengan harta riba maka Allah tidak akan menerimanya, barang siapa yang puasa jika ia berbuka dengan harta riba maka puasanya itu tidak akan diterima oleh Allah, dan barang siapa sembahyang sedangkan perutnya itu ada riba maka sembahyangnya tidak diterima oleh Allah, dan barang siapa memberi sadaqah dengan harta riba maka tiada diterima sadaqahnya karena Allah Ta'ala terlalu murka kepadanya.



Oleh karena demikian wahai sahabatqu semua, mari kita bertaubat sebelum pintu taubat ditutup-Nya, agar kita kembali kepada Allah dengan suci dari segala dosa terlebih-lebih dari harta riba. Semoga Allah SWT menerima taubat kita semua dan Allahul Ghaffar, Allah maha pengampun setiap dosa hamba-Nya.

Aamiin ya Rabbal 'Alamin

Sabtu, 20 Desember 2014

SIKSAAN BAGI ORANG YANG BERZINA



Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sahabatku seiman yang dimuliakan Allah, 

Allah SWT, telah menciptakan manusia dengan berpasangan, ada pria dan wanita oleh karena itu wanita ini diciptakan oleh Allah untuk para pria dan bisa memilikinya dengan ketentuan yang telah digaris bawahi oleh Allah SWT.

Dalam hal ini kaum pria yang disebut kau Adam dapat menggauli kaum wanita yang disebut  kaum Hawa dengan cara menikah, Pernikahan itu merupakan suatu cara yang dapat membolehkan pria untuk berumah tangga dengan wanita sesuai dalam perintah Allah Ta'ala. Namun demikian banyak juga manusia yang tidak ingin menikah sabagai cara yang halal malah mereka memilih jalan yang sangat dilarang oleh Allah yaitu dengan cara berzina. Nah ... pada kesempatan kali ini kita akan coba mengupas tentang SIKSAAN BAGI PENZINA dan dimana nanti bila ada kesalahan dalam penulisan atau kekeliruan dan mensyarah maka kita sama-sama memperbaiki kembali.


Allah Ta'ala telah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya : "Dan jangan sekali-sekali engkau hampiri akan zina bahwa sanya zina itu adalah terlebih jahat dan sejahat-jahat perjalanan" Dan juga Allah berfirman dalam Ayat lain yang artinya: "Perempuan yang zina dan Laki-laki yang zina maka dirajamkan akan tiap-tiap satu diantara mereka akan seratus kali rajam". 

Maka bahwa sanya Allah Ta'ala terlalu murka atas keduanya dan jika tidak dirajam seratus kali didalam dunia niscahya dirajamkan oleh Allah Ta'ala didalam akhirat dengan camty (cambuk) api neraka.


Diriwatkan dari pada Rasulullah SAW, bersabdalah Rasulullah : "Jauhkan olehmu akan zina itu maka bahwa sanya dalamnya itu mengenai 6 (enam) perkara, tiga perkara didalam dunia dan tiga perkara didalam akhirat". Maka sembah sahabat, apa saja ya Rasulullah siksa didalam dunia?, Maka sabda Rasululah: "Yang pertama, dikurangkan oleh Allah Ta'ala akan rizkinya yang halal, dan yang kedua, dihilangkan oleh Allah akan berkah didalam umurnya, dan yang ketiga, apabila keluar ruh daripada jasadnya tertendang kepada Allah Ta'ala dan melihat ia kepada neraka dan kepada malik Zabaniyah." Dan apa saja siksaan di hari akhirat ya Rasulullah?, sahabat bertanya lagi, Maka Rasulullah bersabda: "Yang pertama, Allah melihat kepada mukanya maka hitamlah mukanya, dan yang kedua, terlalu amat sangat siksanya, dan ketiga, dicambuk dengan rantai api didalam neraka."


Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Jumat, 19 Desember 2014

PROJECT PROPOSAL MUSHABAQAH TILAWATIL QUR'AN (MTQ) SE-ACEH






A. LATAR BELAKANG

Bagi ummat Islam Al-Qur’an merupakan petunjuk (hudan) bagi manusia, pembeda (furqan) antara yang haq dan yang batil dan juga penjelas (bayan) tentang petunjuk tersebut (QS 2:185). Sebagai sebuah petunjuk maka Al-Qur’an haruslah difahami oleh manusia. dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Al- Qur’an akan memberikan arahan bagi ummat akan  jalan yang benar dan menghasilkan pribadi-pribadi yang berkualitas, mendamaikan jiwa dalam melaksanakan kewajiban di bidang apapun.  Karena itulah agar benar-benar memberikan arti bagi kita, Al-Qur’an haruslah dibaca, difahami dan diamalkan.


Sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an bahwa pendidikan nasional Indonesia ditujukan untuk membentuk manusia yang berkualitas yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa, berbudi luhur, cerdas, bertanggung jawab, sehat jasmani dan rohani. Sebagaimana yang  tertuang dalam Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang  Fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Secara yuridis bunyi UU tersebut mengisyaratkan bahwa pendidikan kita harus dapat membangun  karakter positif yang kuat, artinya praktik pendidikan tidak semata berorientasi pada aspek kognitif, melainkan secara terpadu menyangkut tiga dimensi taksonomi pendidikan yaitu kogtifif, psikomotorik dan afektif.
Dalam rangka mewujudkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional itu, maka perlu adanya pembinaan mental dan spiritual bagi santriwan/wati sebagai upaya untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan pemahaman dan penghayatan terhadap isi kandungan Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’. Salah satu sarana mewujudkan hal itu adalah menyelenggarakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) santri tingkat Dayah. Dalam menghadapi zaman yang semakin moderen perlu dilaksanakan Seleksi Tilawatil Qur’an tingkat Dayah untuk menyiapkan pemimpin (kafilah) di Kecamatan Batee khususnya, umumnya Nanggroe Aceh Darussalam.

B. DASAR

1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi.


3. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 182A tahun   1988 dan No. 48Tahun 1988 tentang Organisasi Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an (LPTQ). Bab VII pasal 9 ayat 1 menyebutkan bahwa Pembina LPTQ antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan No.155/0/1998 tentang Pedoman Umum di Perguruan Tinggi.

C. VISI

Santri Dayah Fauzul Fata yang mencintai Al-Qur’an, Hadist, dan Ijma’ serta mengamalkannya, jiwa istiqamah, menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran dan keadilan (Veritas, Probitas, Iustitia).

D. MISI

1.      Meningkatkan kualitas ketaqwaan santri Dayah Fauzul Fata kepada Allah SWT.
2.      Meningkatkan kualitas santri Dayah Fauzul Fata dalam penghayatan dan pengamalan Al Qur'an, Hadist dan Kitab kuning
3.      Mengembangkan minat, ketrampilan  dan bakat santri Dayah Fauzul Fata di dalam membaca Al-Qur’an dan menganalisis isi kandungan Al-Qur’an, Hadist dan Kitab kuning
4.      Menambah wawasan mengenai isi dan kandungan Al-Qur’an, Hadist, Kitab kuning, dan isu-isu yang berkembang dalam dunia akademik
5.      Meningkatkan nilai ukhuwah Islamiah sesama santri Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie

E. SASARAN

1.      Adanya wadah kegiatan santri Dayah Fauzul Fata yang positif dan dilaksanakan secara terencana-berkesinambungan, khususnya di bidang mengaplikasi keterampilan keagamaan. 
2.      Memberikan kesempatan bagi santri Dayah Fauzul Fata mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan ekstra kurikuler, baik tingkat pesantren, wilayah, nasional, regional, maupun internasional.
3.      Terjalinnya persahabatan antar santri dari berbagai dayah atau masyarakat di seluruh bumi Aceh.

4.      Peningkatan prestasi santri Dayah Fauzul Fata dan Dayah Se-Aceh di tingkat nasional dengan Mushabaqah Tilawatil Qur’an, Pidato,  Fahmil Kutub (kitab kuning) dan Tahfid Qur’an.

F. JENIS-JENIS PERLOMBAAN DAN KETENTUANNYA

a. Pidato
Judul di tentukan oleh panitia pelaksana pada saat technical meeeting
Waktu 20 menit
Peserta seharusnya memakai baju yang khas Dayahnya masing-masing.
Peserta tiga (3) orang perwakilan dari setiap dayah, khusus putra
Juara terdiri dari I, II dan III.
b. Qiraatul Qur’an
Surat dan Ayat di tentukan oleh panitia pelaksana pada saat technical meeeting
Waktu 10 menit
Peserta seharusnya memakai baju yang khas Dayah.
Peserta tidak dibatasi dari jumlah perwakilan dari setiap dayah, khusus putra
Juara terdiri dari I, II dan III.
c. Fahmil Kutub
Peserta adalah santri Dayah di seluruh Aceh yang masih aktif di dayahnya masing-masing.
Peserta3 orang dari perwakilan setiap Dayah.
Peserta utusan dikatagorikan dalam tiga (3) tingkat: Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan ‘Aliyah
Khusus bagi santri putra.
Membacakan kitab kuning Matan Taghrieb, Al-Bajury (Al-Fathul Qarib) jilid I, I’anatut Thalibin jilid II,  pada bab yang di tentukan oleh dewan juri.
Juara terdiri dari I, II dan III di setiap tingkat.
d. Cerdas Cermat
Peserta adalah santri Dayah Se-Aceh yang masih aktif di dayahnya masing - masing.
Peserta terdiri 1 group atau 3 (tiga) santri dari perwakilan setiap Dayah.
Khusus bagi santri putra.
Juara terdiri dari I, II dan III.

G. PERSYARATAN PESERTA

a. Peserta adalah santri Dayah yang bernaung dan berdomisili di dalam Nanggroe Aceh Darussalam yang masih aktif di Dayah/Pesantrennya masing-masing yang di buktikan dengan Surat Rekomendasi Pimpinan Dayah (SRPD).
b. Peserta dibuktikan dengan menyertakan foto kopi SRPD ketika technical meeting.
c. Menyerahkan foto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar.
d. Peserta tidak boleh digantikan santri lain, apabila sudah dapat pengesahan dari panitia.
e. Peserta yang telah mendaftar wajib melakukan pendaftaran ulang pada saat Technical Meeting. Bagi yang tidak hadir (memiliki udzur syar’i) harus menyetujui semua kesepakatan yang telah ditentukan dalam Technical meeting.
f. Peserta yang telah memenuhi persyaratan akan mendapatkan Id Card dan Id Card tersebut sebagai persyaratan memasuki ruang perlombaan.
g. Santri diperbolehkan mengikuti hanya 2 (dua) perlombaan.
h. Peserta di nyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam proposal ini.

H. KETENTUAN PERLOMBAAN

a. Peserta terdiri dari 52 (lima puluh dua) Dayah/Pesantren yang sudah terdaftar dalam buku undangan.
b. Setiap Pimpinan Dayah/Pesantren harus membantu kelancaran pesertanya sampai sukses acara.
c. Setiap Dayah/Pesantren mengirimkan jumlah peserta perlombaan yang telah di tentukan, dan mengirim dua pengawas serta sesuai dengan kriteria perlombaan.
d. Pada seleksi perlombaan hanya akan ditentukan Juara I, Juara II dan III untuk semua jenis perlombaan.
a. Penilaian akan di adakan dalam dua (2) tahap untuk Pidato, dari babak penyisihan di tetapkan 8 (delapan) peserta terbaik dan untuk cerdas cermat 8 (delapan) group  untuk mengikuti babak final.
b. Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri yang telah ditentukan oleh Panitia MTQ Dayah Se-Aceh yang bertempat di Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.
c. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.


I. HADIAH

1. Pidato
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi 2. Fahmil Kutub
Juara I : Rp 3.000.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi
3. Qiraatul Qur’an
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi 4. Cerdas Cermat
Juara I : Rp 3.00.000,- + Tropi
Juara II : RP 1.500.000,- + Tropi
Juara III : Rp  1.000.000,- + Tropi


J. PENDAFTARAN

Pendaftaran seluruh perlombaan di adakan serentak pada tanggal 12-29 Januari 2015.
Tempat pendaftaran :

Humas Dayah Fauzul Fata
Sekretariat: Kantor Sekretaris Umum Dayah Fauzul Fata
Jl. Teupin Jeue – Rungkom Sp. Polsek Batee Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie, Aceh
Contact Person: Tgk Ikhwani Al-Muzawwirda, S.Pd  (085276155957)
Tgk Wahyu Abrar Hisida (082367576057)


K. PESERTA

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Se-Dayah Aceh akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2015 di Komplek Dayah Fauzul Fata Gampong Neuheun Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.

L. PANITIA PELAKSANA

Pelaksana kegiatan MTQ santri Se-Dayah Aceh atau disebut panitia pelaksana adalah panitia yang mendapat persetujuan Ketua RADAR (Rabithah Alumni Dayah Ruhul Fata selanjutnya disahkan oleh Pimpinan Dayah Fauzul Fata dengan Surat Keputusan (SK). Adapun Susunan Panitia Mushabaqah Tilawatil Qur’an santri Dayah Fauzul Fata Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
Pembina I : Tgk. H. Abi Nasaie AR (Pimpinan)
Ketua : Tgk. Ikhwani Al-Muzawwirda, S.Pd
Sekretaris : Tgk. Wahyu Abrar Hisida
Bendahara : Tgk. Marzuki
Bidang Danus : Tgk. Ikhwani Armia
Bidang Lomba : Tabib Syamsuar
Bidang Publikasi : Tgk. Maulidin, AMK
Bidang Perlengkapan : Tgk. Januar
Bidang Kosumsi : Tgk. Usman Syamrany
Bidang Pemondokan              : Tgk. Zulfikar
Bidang Technisi                      : Tgk. Mahlil  


M. PEMBIAYAAN DAN PENGHARGAAN

1. Biaya pelaksanaan MTQ Dayah Se-Aceh berasal dari Dana Kas RADAR, dan dari pihak yang mau bekerjasam dengan secara tidak mengikat.
2. Panitia pelaksana memberikan penghargaan kepada peserta berupa hadiah uang dan tropi  juara I, II, dan III bagi setiap cabang perlombaan.

N. PENUTUP

Demikian proposal MTQ Dayah Se-Aceh ini dibuat agar dapat menjadi acuan bagi kegiatan tersebut. Kita memohon kepada Allah SWT agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Hasbuna Allah Wa ni’mal Wakiil. Ni’mal maulaa waniman nashiir.

Batee, 18 Desember 2015
PANITIA MTQ DAYAH SE-ACEH RADAR DAYAH FAUZUL FATA

                           KETUA
TGK. IKHWANI AL-MUZAWWIRDA, S.Pd

     





              SEKRETARIS
TGK. WAHYU ABRAR HISIDA

       

    Mengetahui;



TGK. H. NASAIE AR
    PIMPINAN




Shedule Acara

Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)

No Hari/Tgl Jam Kegiatan Penanggung Jawab

1 MALAM KE SATU 20.00-20.15 Registrasi Peserta Panitia
2 20.15-20.20 Pembukaan MC
3 20.20-20.30 Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Tgk. Wahyu Abrar
4 20.30-20.40 Laporan Ketua Panitia Ketua Panitia
5 20.40-20.60 Kata sambutan dari Muspida Bupati
6 20.60-21.15 Kata Sambutan dari Camat Camat
7 21.15-21.30 Kata sambutan Pimpinan Dayah Fauzul Fata Pimpinan
8 21.30-21.35 Pembacaan Do’a Tabib Syamsuar
9 21.35-21.45 Istirahat Panitia
10 31.45-21.50 Pemberitahuan Tertib perlombaan MC
11 21.50-22.00 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
12 22.00-22.60 Fahmil Kutub Peserta
13 22.60-00.00 Tahfid Qur’an Peserta
14 00.00-00.50 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Peserta

15 MALAM KE DUA 20.00-20.20 Registrasi peserta Panitia
16 20.20-21.20 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
17 21.20-22.20 Fahmil Kutub Peserta
18 22.20-23.20 Tahfid Qur’an Peserta
19 23.20-23.40 Irhat/Selingan Peserta
20 23.40-00.30 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Panitia

21 MALAM KE TIGA 20.00-20.20 Registrasi peserta Panitia
22 20.20-21.20 Qiraatul Qur’an & Pidato Peserta
23 21.20-22.20 Fahmil Kutub Peserta
24 22.20-23.20 Tahfid Qur’an Peserta
25 23.20-23.40 Irhat/Selingan Peserta
26 23.40-00.30 Cerdas Cermat Panitia
27 00.30-00.60 Acara perlombaan berlangsung s/d selesai Peserta

28 MALAM KE SELANJUTNYA 20.00-20.30 Registrasi peserta Panitia
29 20.30-00.00 Acara perlombaan berlangsung Peserta

30 MALAM KE DUA BELAS 20.30-20.60 Registrasi peserta Peserta
31 20.60-22.00 Final Perlombaan Peserta
32 22.00-23.00 Pembagian Hadiah dan Piala Peserta


ANGGARAN DANA


No Seksi Acara

1 ACARA @ X Jumlah
  Tropi 1.300.000 12 Set 15.600.000
  Honor Dewan Juri 300.000 12 Mlm  3.600.000
  Konsumsi Juri 100.000 12 Mlm  1.200.000

2 HADIAH
  Juara I 3.000.000 4 Cabang 12.000.000
  Juara II 1.500.000 4 Cabang   6.000.000
  Juara III 1.000.000 4 Cabang   4.000.000

3 Kesekretariatan
  Pengadaan Proposal 20.000 60 buah   1.200.000
  Co. Card 6.000 156 buah       936.000

4 Akomodasi
  Sewa Sound System 800.000 12 mlm       9.600.000
  Sewa Tenda 8 Pkt. 1.600.000 12 mlm 19.200.000
  Snack Peserta, Panitia, dan Undangan 600.000 12 mlm   7.200.000

JUMLAH TOTAL Rp.  80.4536.000






Batee, 18 Desember 2015
PANITIA MTQ DAYAH SE-ACEH RADAR DAYAH FAUZUL FATA

TGK. IKHWANI AL-MUZAWWIRDA, S.Pd
                        KETUA 







TGK. WAHYU ABRAR HISIDA
             SEKRETARIS
       

    Mengetahui;




TGK. H. NASAIE AR
    PIMPINAN









HADITS TENTANG SITI AISYAH DINIKAHI OLEH RASULULLAH



HADITS SAHIH TENTANG PERNIKAHAN AISYAH DENGAN RASULULLAH SAW 


Bismillahirrahmanirrahim..

Hadits-hadits yang meriyawatkan bahwa Ummul Mukminin, Aisyah radiyallahu anha, dinikahi oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam, pada saat beliau masih berusia enam atau tujuh tahun adalah hadits-hadist yang derajatnya SAH (Shahih), karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim didalam kitab Shahih mereka.
Barangsiapa mengatakan hadits ini lemah atau tidak kuat lantaran tidak layak seorang Nabi menikahi anak dibawah umur, mereka HARUS mendatangkan dalil, yang menurut kami tidak akan bisa lantaran telah SAH khabar dari Nabi, sebagaimana hadits-hadits berikut ini.

Hadits Pertama :

Dari Aisyah radiyallahu anha berkata:

“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menikahiku pada saat aku berusia enam tahun. Ketika aku tiba di Madinah, aku berhenti di Bani Al-Harits bin Al-Khajraj. Aku menderita sakit panas hingga rambutku rontok dan tumbuh lagi. Setelah itu, ibuku, Ummu Ruman, datang kepadaku. Ketika itu, aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Ibuku bherteriak memanggilku, kemudian aku datang kepadanya. Aku tidak tahu apa yang diinginkan ibuku terhadapku. Ibuku menyuruhku berdiri disamping pintu dan aku dalam keadaan terengah-engah. Aku berkata,’Hah,hah,’ agar nafasku kembali teratur. Ibuku mengambil sedikit air, mengusapkannya ke wajah dan kepalaku, kemudian membawaku masuk ke rumah yang ternyata didalamnya terdapat sejumlah wanita dari kaum Anshar. Mereka berkata,”Selamat, mudah-mudahan baik dan penuh berkah.’” Ibuku menyerahkanku kepada wanita-wanita kaum Anshar tersebut, kemudian mereka membersihkan kepalaku dan mendandaniku. Tidak ada yang membuatku grogi melainkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang sedang duduk di atas kasur rumah kami. Setelah itu wanita-wanita Anshar tersebut menyerahkanku kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan beliau menggauliku di rumah kami. Unta dan kambing tidak disembelih untukku hingga suatu saat Sa’ad bin Ubadah mengirimkan piring berisi makanan, karena ia terbiasa mengirimkannya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika beliau menggilir istri-istri beliau. Ketika itu aku berusia sembilan tahun."

[Diriwayatkan Al Bukhari di kitab manaqib kaum Anshar, bab pernikahan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan Aisyah hadits nomor 3894, Muslim di kitab Nikah, bab ayah menikahkan gadis kecilnya hadits nomor 1422 dan Ibnu Hibban di buku al Ihsan hadits nomor 7055].


Hadits Kedua :

Muslim meriwayatkan hadits dari Aisyah Radiyallahu anha,
“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menikahi Aisyah Radiyallahu anha pada saat ia berumur tujuh tahun, kemudian ia diserahkan kepada beliau saat ia berumur sembilan tahun dan masih membawa bonekanya. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam wafat saat Aisyah berumur delapan belas tahun."

[Diriwayatkan oleh Muslim nomor 1422]


Hadits Ketiga :

Muslim dan An Nasai meriwayatkan hadits dari Aisyah Radiyallahu anha yang berkata,
“Rasululah Shallallahu alaihi wasallam menikahiku pada saat aku berusia tujuh tahun dan menggauliku pada saat aku berusia sembilan tahun. Ketika itu aku bermain dengan teman-teman wanitaku dan mereka sering datang kepadaku. Jika mereka melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mereka lari dari beliau. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sering memanggil mereka untukku.”

[Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan lain-lain].
Hadits Keempat :


Ibnu Abu Khaitsamah meriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu anha yang berkata,
“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menikahiku di Makkah pada saat aku berumur enam tahun, kemudian beliau meninggalkanku selama tiga tahun. Kemudian beliau masuk kepadaku di Madinah saat aku berusia sembilan tahun. Saat itu, aku bersama boneka-bonekaku dan teman-teman wanita sepermainanku yang biasa datang kepadaku. Jika mereka melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, mereka langsung pulang kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memanggil mereka untukku."


Hadits Kelima :

Dari Hisyam dari ayahnya, ia berkata:”Khadijah meninggal sebelum kepergian Nabi Shallallahu alaihi wasallam ke Madinah dengan (selisih) tiga tahun. Lalu beliau tinggal (disana) dua tahun atau kurang lebih dari itu dan memperistri Aisyah, di saat ia berumur enam tahun. Kemudian beliau membangun kota Madinah di saat Aisyah berumur sembilan tahun".

[HR Bukhari]


Demikianlah lima hadits yang secara gamblang dan nyata menceritakan bahwa Rasulullah menikahi Aisyah pada saat ia berumur enam atau tujuh tahun. Beliau menggauli Aisyah pada saat berumur 9 tahun.


Sekali lagi, barangsiapa yang mengatakan bahwa hadits-hadits diatas tidak benar, maka ia harus mendatangkan dalil-dalil yang SAH dan KUAT. Karena hadits-hadits tersebut tercantum dalam kitab-kitab yang shahih. Sebagaimana kitab shahih Bukhari, yang dikenal sebagai kitab paling shahih diantara yang lainnnya.

Wallahu 'alam..



fauzulfata.com 

Kamis, 18 Desember 2014

SIKSAAN BAGI ORANG YANG MINUM KHAMAR


Marilah kita renungkan diri sebelum kita pulang ke pangkuan Ilahi.

Pada kesempatan kali ini izinkan kami menyampaikan malalah Orang-orang yang Minum Arak dan yang terkait dengan pembahasan tersebut.

Banyak orang yang ingin mencoba minum minuman keras yang memabukakan, terkadang ada juga orang yang minum hanya sekadar hura-hura, dan ada juga yang memang sengaja minum air mabuk tersebut untuk mehilangkan beban pikiran. Entah bagaimana air itu bisa menjelma sebagai alat yang dapat menghanyutkan pikiran seseorang ke angkasa alias alam bawah sadar.


Sebelumnya kita harus mengetahui Sabda Rasulullah yang memang menjadi patokan hukum bagi air Khamar tersebut, Rasulullah bersabda : "Dilaknatkan oleh Allah Ta'ala atas orang yang berbuat Khamar, dan yang menjualnya, dan yang meminumnya, dan yang membelinya". Dan telah bersabda Rasulullah dalam Hadits yang lain yang artinya: "Lagi akan datang pada hari kiamat orang yang minum khamar dalam keadaan mukanya hitam dan mirah dua matanya dan lidahnya menjulur sampai payudranya maka keluar dari mulutnya itu nanah, maka segala manusia terlalu benci kepada dirinya".


Maka jangan sesekali memberi salam kepadanya.  Dan jangan ziarah kepadanya ketika ia sakit dan jangan disembahyangkan apabila ia mati, maka bahwa sanya Allah Ta'ala menyiksa seperti orang yang mmenyumpah Ibu Bapaknya.
Dan barang siapa yang minum khamar didalam dunia ini maka diharamkan oleh Allah Ta,ala atasnya didalam syurga.



Bersabda Rasulullah SAW, : "lagi akan datang keadaan peminum khamar dalam kubunya dengan keadaan busuk yang lebih busuk dari bangkai dan suatu kandil yang tergantung pada lehernya dan satu qadah pada tangannya serta ular dan kala dipenuhi pada kulit daginya dan dipakai dua baju kaosnya dari api maka panasnya kaos tersebut sampai ke otaknya dan juga sekedudukan dengan Fir"un, Haman, dan Qarun".


Dan telah bersabda Rasulullah: "Barang siapa memberi makan orang yang meminun khamar satu suap dibinasakan atas tubuhnya dengan beberapa ular dan kala dan juga limpan yang menggigi ia hingga hari kiamat, dan barang siapa menyampaikan hajat peminum khamar maka serasa-rasa ia sudah menolong merendahkan agama Islam, dan barang siapa memberi pinjaman satu dirham untuk peminum khamar itu maka serasa-rasa menolong membunuh seorang mukmin yang shaleh, dan barang siapa benghalalkan Arak maka bahwa sanya orang itu lepaslah ia daripada Aku dan Aku lepas daripadanya."


Begitu juga barang siapa meminum khamar tiada diterima oleh Allah Ta'ala amalnya tujuh hari maka bahwa sanya dihilangkan Allah Ta'ala akan akalnya maka tiada diterima daripadanya kebajikan empat puluh hari maka apabila mati didalam empat puluh hari itu maka Allah akan menyiksa atas dirinya dengan beberapa siksa dan ditulis namanya pada sijjin (neraka) dan tiada diterima diterima daripadanya akan sembahyang dan puasanya dan sadaqahnya melainkan jika taubat ia daripada semua tersebut.


Wahai sahabat Al-Fata yang dirahmati Allah SWT, jauhilah minuman keras atau minuman yang memabukkan karena minuman itu sangat tegas dilarang leh Allah, jangankan peminum, pembeli, penjual, dan pembuat bahkan yang membantu jadi bermasalah dengan Allah. Siksaan Allah yang amat pedih bagi orang tersebut, oleh karena itu bertaubatlah segera sebelum pintu taubat ditutup. Dan kita selalu berdoa kepada Allah supaya dijauhkan dari khamar, senantiasa kita doakan agar digolongkan kepada golongan yang dikasih Allah SWT, Aamiin.

WAJAH - WAJAH KITA


fauzulfata.com

Sudah lumrah bagi kita yang laki-laki tugasnya di tempat seperti ini, mencuci, didapur, dan hidangan, tapi kebanyakan hanya di tempat acara khanduri, begitu juga Santriwan yang memang sudah ditugaskan bagian Thaharah, "Hana maju-maju le geutanyoe, sabee bak -bak seut tugas, nyeu awak ganteng-ganteng bak Perancieh, nyeu lagee tanyoe hana ganteung han di ek le pangkat" hhahaahhahahahaha. Cetus canda seorang santri (Tidak pernah maju -maju lagi kita, kalau mereka yang tampan di tugaskan pada bagian Prance (Hidangan) tapi kalau kita yang jelek gak pernah naik-naik pangkat"......hahhahahahaahha

Sudah nasib memang kita disana kali, haha
Itulah candaan para santri yang terdengar dari cakra mereka, 

Padahal ada juga yang bertugas Thaharah santriwati, tapi gurauan mereka untuk menghidupkan suasana kerja.


Sekalipun mereka malu-malu saat difoto namun dalam hati kecil mereka senang sangat, memang terliha dari raut wajah para santriwati.



WAJAH - WAJAH MEREKA


fauzulfata.com

Wajah baru ketika mengunjungi sebuah acara pesta perkawinan Adik Ipar Pimpinan Dayah Fauzul Fata, dan juga alumni dayah MUDI Putri Samalanga.

Santriwati Dayah Fauzul Fata bertugas membantu sebagai orang yang menunggu tamu dan mencatat Kado. Tempat walimah ini tidak begitu jauh dengan Lokasi dayah Fauzul Fata.

Para tamu yang hadir  beristirahat dan sembahyang di Dayah.



Inilah tamu dari pihak Mempelai Pria, (Linto baro)...

KEGIATAN SANTRIWATI



fauzulfata.com

Santriwati sedang menyiapkan persiapan khanduri untuk para undangan pada acara khanduri di Dayah.

Masing-masing kelas santriwati sudah mempunyai tugas, seperti santriwati kelas II ini mengurus bidang Hidangan, Hidangan di letakkan di dua tempat, mengingat kurangnya tempat untuk bisa menerima tamu, salah satunya adalah tempat Balai dua tinggat ini.

Ketia ada acara khanduri seperti ini para santriwati merasa senang karena bisa bersilaturrahmi dengan para undangan terlebih lagi bisa bertemu dengan kedua orang tuanya sebagai undangan yang memang telah menjadi undangan khanduri.


Sekilas photos para santrwati.

HAK KEDUA ORANG TUA




fauzulfata.com


Assalamualaikum sahabat mulia semua.!!!

Pada kesempatan kali ini kita akan coba mengupas tentang HAK KEDUA ORANG TUA dan siksa Orang-orang yang durhaka kepada Ibu Bapaknya.


Sebagaimana kita sudah tahu tentang larangan Allah melalui Firman-Nya yang artinya : "Dan jangan engkau katakan kepada kedua Ibu Bapak uf dan jangan engkau membentak-bentak bagi keduanya dan kata olehmu bagi keduanya akan kata yangmulia yakni kata yang lemah lembut". Dan telah bersabda Rasulullah SAW, "Tiada beda antara orang yang durhaka kepada Ibu Bapaknya dan antara Iblis didalam Neraka melainkan derajat yang satu dan tiada beda diantara orang yang berbuat baik kepada Ibu Bapaknya dan antara segala Ambia Allah didalam surga melainkan derajat yang satu dan yaitu sekampung dengan segala Ambia Allah dalam surga".

Dan telah bersabda Nabi SAW, " Pada malam mi'raj kelangit aku lihat beberapa orang yang tergantung sekaliannya pada pelepah kurma dan mereka itu didalam neraka maka kataku: "siapa orang itu ya Jibril?" maka kata Jibril kepada aku, "Ya Muhammad, itulah orang yang menyumpah Ibu Bapaknya".

Dan berkatalah Rasulullah SAW, "Berwasiat aku bagimu dengan sembahyang dan berbuat baik kepada Ibu Bapaknya dan barang yang ada". Maka barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya maka dijadikan oleh Allah SWT, akan umurnya yang tiga tahun itu menjadi tiga puluh tahun, dan jika ia menyumpahi akan kedua orang tua maka dijadikan oleh Allah SWT, umurnya tiga tahun menjadi tiga hari.

Dan berkatalah Rasulullah SAW,: "Barang siapa durhaka kepada kedua orang tuanya maka sanya ia sudah durhaka kepada Allah SWT, dan kepada Rasulnya", dan yang terlebih siksa bagi segala manusia dalam neraka jahannam itu yaitu tiga jenis : yang pertama, Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, yang kedua, Orang yang berzina, dan yang ketiga, Orang yang syirik kepada Allah SWT.

Riwayat dari Ulama yang shalih:
"Aku berjalan atas kubur orang pada malam hari maka aku lihat satu kubur padahal keluar asap terlalu banyak, maka terhentilah aku melihat kepadanya lalu tiba-tiba kubur itu terbelah dan keluar daripadanya seorang manusia terlalu hitam mukanya dan pada tangannya tonggkat besi dan dihadapannya seekor Himar (keledai) yang memukul dengan palu atas kepala manusia tersebut dan Himar itu berteriak-teriak kemudian ditarik Himar itu kedalam kuburnya dengan rantai besi daripada neraka, maka masuklah keduanya kemudian tertutuplah kuburnya, lalu aku berjalan kembali dan tiba-tiba bertemu seorang perempuan maka aku bertanya kedapanya daripada hal demikian itu maka berkata perempuan itu inilah orang yang berzina dan meminum arak, dan menyumpah Ibu Bapaknya,  serta berkata ia berteriak-teriaklah engkau seperti aku tatkala mati maka dijadikan oleh Allah Ta'ala akan Himar dan Himar tersebut menyiksa pada tiap malam, maka berlindung aku kepada Allah Ta'ala daripada isi neraka dan aku mohonkan ampun dan rahmat bahwa sanya Allah Ta'ala Rahman dan Rahim.

Wahai sahabat Al-Fata yang di rahmati Allah SWT, marilah kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita mumpung masih ada umur yang singkat ini yang masih di beri oleh Allah kepada kita, dan jangan pernah melakukan hal yang dapat murka kedua orang tua kita kerena murkanya orang tua kita juga murka Allah, bercita-citalah di setiap nafas yang keluar dari mulut kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita agar kita dapat membahagiakan orang tua kita yang telah melahirkan kita ke bumi yang fana ini, apapun yang kita lakukan untuk orang tua kita sungguh tidak dapat kita membalas jasanya yang amat besar kepada kita.

semoga kita digolongkan kepada orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tua kita, dan layaknya mendapat tempat didalam surga jannatun Na'im..
aamiin

Selasa, 16 Desember 2014

BACA YASIN


fauzulfata.com

Berjama'ah hukumnya sunat, namun bagi  Dayah Fauzul Fata berjama'ah merupakan suatu peraturan wajib bagi Santri sehingga bila ada santri yang tidak berjama'ah maka santri tersebut akan mendapat hukuman yang telah ditetapkan oleh Dayah, hukum tersebut untuk mendidik santri juga.

Malam ini santri dengan serentak membaca Yasin, yang di pimpin lansung oleh Imam, baca YASIN sesudah berjama'ah Shalat Isya sudah dua bulan berlansung disebabkan suasana dayah yang sedang sakit, yaitu kerasukan santriwati, jadi malam ini juga baca yasin untuk bermunajat kepada Allah agar penyakit yang mengganggung Santri hilang dan bagi pengkhianat semoga Allah membalasnya dengan kesengsaraan yang amat sengsara.

Mohon Doanya dari semua pihak yang mencintai Agama Allah dan menyayangi penuntut Ilmu Allah, agar penyihir yang telah mengguna-gunakan dayah mendapat balasan yang cukup berat dari Allah.

Aamiin

TELAH DITETAPKAN NASIB MANUSIA






NASIB MANUSIA TELAH DITETAPKAN

Fauzulfata.com/Dayah Fauzul Fata : 

Daripada Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Berkata: bahwa Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 (empat puluh) hari berupa nutfah, kemudian menjadikan ‘Alaqah (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kata: rizki, ajal, amal, dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Penjelasan:

Kalimat, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya” maksudnya yaitu Air mani yang memancar kedalam rahim, lalu Allah mempertemukan dalam rahim tersebut selama 40 (empat puluh) hari.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa dia menafsirkan kalimat diatas dengan menyatakan, “Nutfah yang memancarkan kedalam rahim bila Allah menghendaki untuk dijadikan seorang manusia, maka nutfah tersebut mengalir pada seluruh pembuluh darah perempuan sampai kepada kuku dan rambut kepalanya, kemudian tinggal selama 40 (empat puluh) hari, lalu berobah menjadi darah yang tinggal didalam rahim. Itulah yang dimaksud dengan Allah mengumpulkannya”.

Setelah 40 (empat puluh) hari Nutfah menjadi ‘Alaqah (segumpal darah) kalimat, “kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya” yaitu Malaikat yang mengurus rahim, kalimat, “Sesungguhnya ada seorang diantara kalian melakukan amalan ahli surge…” secara tersurat menunjukkan bahwa orang tersebut melakukan amalan yang benar dan amlan itu mendekatkan pelakunya ke surga sehingga dia hampir dapat masuk ke surga kurang satu hasta. Ia ternyata terhalang untuk memasukinya karena takdir yang telah ditetapkan bagi dirinya di akhir masa hayatnya dengan melakukan perbuatan ahli neraka. Dengan demikian, perhitunan semua amal baik itu tergantung pada apa yang telah dilakukannya. Akan tetapi, bila ternyata pada akhirnya tertutup dengan amal buruk, maka seperti yang dikatakan pada sebuah Hadits : “Innamal ‘A’malu bilkhawatimi” yang artinya “Segala amal perbuatan itu perhitungannya pada amal terakhirnya” (HR. Bukhari, No. 6117)

Kalimat “maka demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya ada seorang diantara kalian melakukan amalan ahli neraka sehingga tidak lagi jarak diantara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan amalan ahli surge dan ia masuk surga.” Maksudnya bahwa, hal semacam ini bisa saja terjadi namun sangat jarang dan bukan merupakan hal yang umum. Karena kemurahan, keluasan dan Rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

Firman Allah SWT :

 لَا يُسۡ‍َٔلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسۡ‍َٔلُونَ ٢٣ 

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’:23)

Menyatakan bahwa kekuasaan Allah tidak tertandingi dan Dia melakukan apa saja yang dikehendaki dengan kekuasaan-Nya itu.

Orang yang ditakdirkan masuk golongan yang beruntung maka ia akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan golongan yang beruntung sebaliknya orang-orang yang ditaqdirkan masuk golongan yang celaka maka ia akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan golongan celaka sebagaimana tersebut dalam Firman Allah SWT:

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ ٧ 

“ maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (QS. Al-Lail:7)

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ١٠ 

“ maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar” (QS. Al-Lail:10)

Semoga kita semua ditaqdirkan dalam golongan yang baik sehingga kita akan mudah melakukan amalan yang baik dan moga Allah menetapkan Iman kita sampai ajal kita di jemput-Nya, dan ditempatkan dalam surga Jannatun Na’im. Aamiin Rabb.